DENPASAR, radarbali.id - Kawasan kumuh di Kota Denpasar masih menjadi fokus untuk segera dibereskan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Denpasar di tahun 2024.
Salah satu upaya yang dilakukan Disperkim Kota Denpasar yakni dengan diluncurkannya aplikasi Sistem Informasi Penataan Pelemahan Berbasis Semeton Lembaga Adat (Siap Selem).
Kepala Disperkim Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja ungkap aplikasi ini sudah diluncurkan sejak tahun 2023 dan sudah efektif dilaksanakan secara serentak di 43 desa/kelurahan mulai akhir tahun lalu hingga tahun 2024 ini.
Baca Juga: VIRUS ASF Merebak, Disperpa Badung Gencarkan Biosecurity, Begini Bahayanya
Aplikasi ini bertujuan untuk melibatkan semaksimal mungkin masyarakat adat dan masyarakat dinas sebagai ujung tombak informasi yang diberikan kepada pemerintah.
"Terutama dalam hal ini dalam hal menangani tumbuh berkembangnya kawasan kumuh yang ada di Kota Denpasar, kawasan kumuh yang sudah ada kita kurangi, dan kita mencegah timbulnya kawasan kumuh yang baru," tuturnya, kemarin (31/3).
Informasi kawasan kumuh tersebut juga sudah berbasis Geographic Information System (GIS) yang bersifat inovatif. Adapun pelaporan dari masyarakat dapat disampaikan kepada admin di desa/kelurahan masing-masing.
Baca Juga: Mantap!, THR ASN Kabupaten Badung Telah Cair 100 Persen, TPP Menyusul Pekan ini
Setelahnya, admin di masing-masing desa/kelurahan yang sudah dilatih akan melakukan input informasi dari masyarakat dan diteruskan ke admin di Disperkim Kota Denpasar.
"Kemudian kita cek dengan sistem GIS dan kita lakukan survey ke lapangan. Dengan demikian, keterbatasan SDM dan kemampuan kami dalam mendeteksi secara dini kawasan kumuh di Kota Denpasar, bisa tebantu dengan inovasi ini melalui informasi yang diberikan oleh masyarakat," kata Cipta.
Sejak adanya inovasi aplikasi Siap Selem ini, diakuinya sudah cukup signifikan dalam melakukan pengurangan kawasan kumuh yang ada di Kota Denpasar.
Baca Juga: Jadi Kunci Kemenangan Laga Kandang Melawan Persija, Spaso: Berkat Latihan einalti Setiap Hari
"Seperti di tahun 2023 kita sudah kurangi di sekitar TPA Suwung, dari awalnya sekitar 25 hektar sekarang hanya tersisa 5 hektar saja," sambungnya.
Kemudian di daerah Sanur Kaja yang awalnya sekitar hampir 2 hektar, saat ini sudah nihil. Di tahun 2024 ini, hanya tersisa 3 titik kawasan kumuh di Kota Denpasar dengan total sekitar 24,92 hektar.
Di antaranya di daerah TPA Suwung yang masih tersisa 5 hektar; Ubung Kaja tersisa satu titik yakni di Jalan Karya Makmur sejumlah 17,6 hektar; dan di Pemecutan Kaja tersisa tiga titik.
Oleh karenanya, ada mekanisme-mekanisme khusus yang akan dilakukan. Termasuk dengan melibatkan CSR dan sejumlah hal yang belum bisa diungkapnya saat ini karena harus dirapatkan kembali minggu depan.
"Mudah-mudahan dengan melibatkan semua stake holder, kita akan rancang salah satu upaya kita untuk menindaklanjuti pelaporan dari masyarakat. Sehingga action-nya kita bisa cepat," ujarnya. ***
Editor : M.Ridwan