DENPASAR, Radarbali.id - Kawasan Sanur dikenal dengan kegiatan pariwisatanya yang terus berkembang. Meski membawa dampak positif terhadap roda perekonomian di Kota Denpasar, muncul tantangan baru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, yakni kemacetan.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa pun tak menampik bahwa kemacetan sering terjadi di kawasan ini. Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pengadaan lima unit shuttle bus listrik pada APBD Perubahan 2024.
”Kami arahkan kendaraan ke kantong parkir, kemudian pakai shuttle bus untuk mengangkut. Ini akan hilir mudik seperti di Besakih,” tuturnya.
Baca Juga: CATAT! Wali Kota Denpasar Tolak Pembangunan Beach Club Sanur, Fokus Benahi Kawasan Sanur dengan Pengadaan Bus Listrik untuk Urai Kemacetan
Adapun kantong parkir kendaraan roda empat sebelumnya sudah tersedia di depan Hotel Grand Hyatt dan Mertasari. Sehingga masyarakat yang sudah memiliki lokasi tujuan dapat memanfaatkan bus ini.
”(Shuttle bus, red) akan digunakan untuk mengangkut atau melayani masyarakat yang akan berkunjung di kawasan Sanur. Sekarang masih dikaji Dinas Perhubungan,” sambungnya.
Masyarakat yang akan menuju ke tempat yang tak memiliki lahan parkir pun dapat menggunakan shuttle bus untuk antar jemput ke kantong parkir.
Lebih lanjut, jika tahap awal shuttle bus listrik ini berhasil, Pemkot Denpasar akan kembali mengadakan penambahan shuttle bus listrik di tahun 2025. ***