Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Teba Modern Jadi Tren Baru Penanganan Sampah Organik di Kota Denpasar, Komunitas Malu Dong Terima Banyak Permintaan

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 4 Agustus 2024 | 04:43 WIB
TEBA MODERN: Komunitas Malu Dong lakukan pemasangan teba modern di Kota Denpasar.
TEBA MODERN: Komunitas Malu Dong lakukan pemasangan teba modern di Kota Denpasar.

DENPASAR, Radarbali.id - Penanganan sampah organik dengan menggunakan teba modern belakangan ini menjadi tren di masyarakat Kota Denpasar. Diberitakan sebelumnya, inovasi teba modern juga digalakkan oleh sejumlah pihak, seperti Komunitas Malu Dong hingga PHDI Kota Denpasar.

 

Pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta mengatakan sudah ada 25 teba modern yang terpasang hingga bulan Agustus 2024 ini.

 

Lokasi yang disasar pun beragam, mulai dari balai banjar; pura; sekolah, hingga di rumah warga. ”Sekolah ada di SD Negeri 2 Penatih dan SD 17 Negeri Dauh Puri Kaja. (Responsnya, red) sangat senang sekali, karena sekolah-sekolah ini kan sudah ada proses pemilahan,” tuturnya, Sabtu 3 Agustus 2024.

 Baca Juga:   Komunitas Malu Dong Mulai Pasang Teba Modern di 14 Titik, Antusias Tertinggi di Banjar Bun  

Dengan terpasangnya teba modern, itu artinya sudah ada pengurangan sampah organik yang terjadi dari sumbernya. Di bulan Agustus ini, pihaknya tak mau menargetkan terlalu cepat. Namun supaya teba modern ini betul-betul bisa berfungsi.

 

”Tetapi (warga, red) yang mendaftar sudah banyak sekali, (bahkan, red) dari SD. Karena di media ramai sekali, saya senang,” sambungnya.

 

Selain itu, tren teba modern ini juga menyebar dari mulut ke mulut. Ketika ada satu warga yang memasang teba modern, ia memberitahukan ke warga lainnya. Begitupun di sekolah-sekolah. Sehingga tren ini nyatanya makin dilirik warga kota.

 Baca Juga: Inilah Inovasi Penanganan Sampah Organik dengan Sistem Teba Modern, Jadi Solusi?

Namun pihaknya tak ujug-ujug langsung men-support teba modern ke rumah warga. Warga atau sekolah yang ingin menerima support teba modern harus mendaftarkan diri dengan mengisi form terlebih dahulu.

 

Setelahnya, Komunitas Malu Dong akan melakukan pendekatan melalui pemantauan dan pengecekan di lapangan. ”Artinya niat warga untuk menyelesaikan (permasalahan sampah, red) banyak. Tetapi kan harus kami seleksi juga,” kata Sudiarta.

 

Selama pemasangan, ditemukan juga kendala bahwa masyarakat perlu diedukasi lagi. Support teba modern pun tak bisa diberikan jika warga memang belum bisa memilah sampahnya sendiri.

 Baca Juga: Pastikan Sampah Tak Sampai Menginap, Begini Skema yang Dilakukan Pemkot Denpasar

Lebih lanjut, seremoni pembukaan teba modern oleh Wali Kota Denpasar akan dilakukan pada tanggal (10/8) mendatang Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Denpasar. Pembukaan akan dihadiri oleh seluruh penerima teba modern, desa adat/dinas, bendesa, tokoh masyarakat, hingga komunitas-komunitas.***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#teba modern #sampah denpasar #pemkot denpasar #Komunitas Malu Dong