Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Angkat Tema Kepahlawanan, Disbud Denpasar Sambut Hari Sumpah Pemuda dengan Parade Baleganjur Tingkat Remaja

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 13 Agustus 2024 | 05:55 WIB
SUMPAH PEMUDAH: Disbud Kota Denpasar gelar parade Baleganjur tingkat remaja untuk sambut Hari Sumpah Pemuda.
SUMPAH PEMUDAH: Disbud Kota Denpasar gelar parade Baleganjur tingkat remaja untuk sambut Hari Sumpah Pemuda.

DENPASAR, Radarbali.id - Setelah serangkaian PKB XLVI, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar kembali menggugah kreativitas anak-anak muda dengan Lomba Baleganjur Tingkat Remaja se-Kota Denpasar.

 

Kepala Disbud Kota Denpasar, Raka Purwantara memaparkan lomba baleganjur ini digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024 di Kota Denpasar.  Lomba baleganjur akan berlangsung selama dua hari, yakni (26/10) dan (27/10) di panggung terbuka Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. 

 

”Kegiatan Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda,” tuturnya, Senin 12 Agustus 2024.

 Baca Juga: Parade Gebogan di Danau Beratan Libatkan 13 Desa Adat di Desa Candikuning

Khususnya sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di era globalisasi ini. Sekaligus sebagai sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

 

Peserta akan menampilkan Seni Baleganjur dengan tema kepahlawanan atau heroik, bertajuk ‘Ajeg Yowana Sebagai Tulang Punggung Pemajuan Budaya.’ Masing-masing peserta akan tampil selama 8 sampai 10 menit.

 Baca Juga: Asyiknya Parade Penjor Ngerebong Kesiman

”Adapun pesertanya adalah sekaa baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan/atau banjar se-Kota Denpasar. Dengan ketentuan umur peserta antara 14 sampai 30 tahun pada saat parade berlangsung,” kata Raka. 

 

Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar, Wayan Narta turut menyampaikan jumlah sekaa peserta parade tahun 2024 dibatasi hanya 12 sekaa. Masing-masing sekaa berjumlah sebanyak 30 orang, dengan rincian 21 orang penabuh; 8 orang juru tegen; dan 1 orang pembawa papan nama sekaa.

 

Seluruh peserta akan diberikan piagam dan jasa sebesar Rp15 juta dipotong pajak. Sementara empat peserta terbaik akan diberikan uang tambahan sebesar Rp9 juta dipotong pajak.

 

Lebih lanjut, unsur yang menjadi dasar pengamatan nantinya yaitu teknik (gegedig dan tetekep); ide dan gagasan; dan struktur. Struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, dan pangecet); kreativitas (pengembangan musikalitas, dan originalitas garapan); dan penampilan (ekspresi, gerak, dan tabuh).

 Baca Juga: Jelang Agustusan, Semarak Merah Putih di PN Denpasar, Begini Suasana Ruang Sidang

Dengan demikian, garapan baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh baleganjur tradisi yang dikembangkan atau dikreasikan, serta atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. ”Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas. Pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” paparnya. ***

 

Editor : Made Dwija Putera
#hari sumpah pemuda #disbud denpasar #parade #kepahlawanan #parade baleganjur