DENPASAR, Radarbali.id - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali turut menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI dengan melakukan konvoi mengelilingi Kota Denpasar, Sabtu 17 Agustus 2024.
Nampak sekitar 300 peserta berkumpul di depan Pura Jagatnatha, Lapangan Puputan Badung dengan membawa sepeda tua koleksi masing-masing. ”Di Bali ada 21 komunitas yang bergabung di Kosti dari berbagai kabupaten. Yang belum ada hanya Bangli. Sisanya di masing-masing kabupaten sudah ada,” kata Ketua Kosti Bali, Wayan Kuning.
Pesertanya pun dari berbagai kalangan. Peserta paling kecil berusia 8 tahun dan paling tua sudah berusia 74 tahun.
Baca Juga: Peduli Pertanian, Gelar Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan RI ke-79 di Tengah Sawah
Rata-rata sepeda tua yang digunakan untuk konvoi adalah keluaran tahun 1900-an. Ada sepeda tua dari merk Belanda, Inggris, Polandia, Ceko, Eropa, Rusia, hingga Indonesia. ”Kami start di sini (Pura Jagatnatha, red) dan sebelumnya kami upacara dulu ala onthelis, terus kita keliling kota,” tuturnya.
Baca Juga: Rayakan Agustusan, Puluhan UMKM Meriahkan Pameran di Karangasem
Setelah keluar area Puputan Badung, rombongan sepeda tua akan berjalan masuk ke Jalan Veteran, Jalan Pattimura, Jalan Nusa Indah, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raya Puputan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, dan kembali ke titik awal.
Kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengkampanyekan bersepeda. Sekaligus berkontribusi dalam mengurangi polusi dan memeriahkan HUT RI ke-79.
Dalam semarak 17 Agustusan, ia berharap agar Indonesia bisa semakin maju dan semakin baik dari segi tata maupun peraturannya. ”Dan mungkin pesepeda dikasih ruang sedikit di Denpasar. Bukan hanya hari Minggu saja, tapi jalur sepeda mungkin bisa dibangkitkan kembali,” ungkapnya.
Uniknya, sejumlah peserta tampak antusias hingga menggunakan kostum veteran hingga kostum pejuang daerah dari Bali.
Salah satu peserta konvoi yang datang menggunakan pakaian pejuang Bali, lengkap dengan kamen dan bambu runcingnya, Mangku Wayan Sukarja, 67, mengaku antusias mengikuti rangkaian dari Kosti Bali.
Bahkan sejak pertama kali diselenggarakan hingga tahun ke-12 ini, dirinya tak pernah absen untuk ikut konvoi dengan kostum yang bervariasi. Mulai dari pakaian pejuang, baris gede, hingga pakaian topeng.
”Sekarang karena di Puputan Badung, dulu orang tua saya, leluhur saya jadi pahlawan pakai unteng gini. Sehingga saya tertarik ingat kepada leluhur saya,” kata Sukarja.
Ia melakukan konvoi dengan mengendarai sepeda tua tahun 1946 produksi Inggris. Untuk perawatannya pun tak ada yang khusus, hanya saja bagian pedalnya yang perlu perhatian.
Baca Juga: Serunya Lomba Ngelawar Sambut HUT RI ke-79
Dengan konvoi menggunakan pakaian pejuang daerah Bali ini, diharapkannya dapat ikut melestarikan budaya Bali. ”Sehingga membangkitkan muda-muda sekarang, contohnya seperti saya. Agar tidak musnah kebudayaan yang ada di Bali,” sambungnya.
Hal serupa juga disampaikan Anak Agung Gede Agung, 63, yang ikut konvoi dengan menggunakan pakaian veteran. Tak hanya setiap acara Hari Kemerdekaan, kostum serupa juga digunakannya saat memperingati Hari Pahlawan. ”Untuk melestarikan jasa-jasa pahlawan yang telah mendahului. Supaya terkenang dari angkatan muda,” kata Agung.
Khusus di HUT RI ke-79, ia menggunakan sepeda tua tahun 1914 dari Inggris. Bahkan diakuinya koleksi sepeda di rumahnya sudah mencapai 32 buah. ”Rute konvoi saya dari sini (depan Pura Jagatnatha, red) ke Jalan Veteran, Jalan Melati, baru balik ke sini,” paparnya. ***
Editor : Made Dwija Putera