DENPASAR, Radarbali.id - Kampanye Pilwali Kota Denpasar diliburkan pada Hari Raya Galungan tanggal (25/9) lalu. Hal ini mengingat sebagian besar umat Hindu di Bali merayakannya dengan melakukan persembahyangan.
Sehari setelah Galungan, Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra-I Nengah Yasa Adi Susanto (Ambara Adi) ungkap sudah memulai kampanyenya di tengah masyarakat.
”Kami kampanye di Tegal. Jadi ada pasemetonan dari keluarga Pande Ayu di sana. Kami kampanye dengan paket Gubernur juga (Paslon Mulia-PAS, red),” ujar Calon Wakil Wali Kota Denpasar Nomor Urut 1, I Nengah Yasa Adi Susanto, kemarin (26/9).
Pihaknya pun ke depannya akan melakukan kampanye di empat kecamatan Kota Denpasar. Untuk agenda lengkapnya, paslon nomor urut 1 ini masih menunggu jadwal dari koalisi partai.
”Sementara belum ada jadwal yang definitif, masih menunggu. Karena kami memaklumi juga teman-teman masih dalam suasana merayakan hari raya ini. Kami juga tidak mau mengganggu mereka,” sambungnya.
Hal serupa juga disampaikan Paslon Nomor Urut 2, I Gusti Ngurah Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa). Hingga saat ini, belum ada jadwal rentetan kampanye yang akan dilakukan. ”Saya masih menunggu jadwal rapat DPC dulu. Sekarang masih hari raya,” kata Calon Wali Kota Denpasar Nomor Urut 2, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Adapun Ketua Tim Pemenangan dari Paslon Jaya-Wibawa yakni I Gusti Ngurah Gede. Sementara Ketua Tim Pemenangan dari Paslon Ambara-Adi yakni I Gede Tommy Sumertha.
Terkait kampanye, Ketua KPU Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni ungkap metode kampanye diatur oleh masing-masing paslon. Seperti halnya rapat terbatas maupun penyebaran bahan kampanye.
Pihaknya hanya mengatur rapat umum sebanyak satu kali dan debat sebanyak maksimal tiga kali selama masa kampanye.
Kendati demikian, Tim Paslon wajib pemberitahuan dengan bersurat ke Polresta paling lambat H-7 dan ditembuskan ke KPU serta Bawaslu. ”Untuk jadwal kampanye dan jumlah debat yang dilaksanakan masih menunggu balasan surat dari kedua tim,” paparnya.
Kedua paslon diakuinya juga mendukung pelaksanaan green election. Hanya saja secara teknis pelaksanaannya masih berada di masing-masing paslon.***
Editor : Made Dwija Putera
Sumber : radarbali.jawapos.com