DENPASAR, Radarbali.id - Kabar membanggakan datang dari bengkel custom sepeda motor asal Bali, AMS Garage. Tahun ini, AMS Garage berhasil membanggakan nama Builder di Bali dengan terpilih menjadi perwakilan Indonesia di ajang RE Custom World dengan karya Sang Traditional Bagger, 'Phoenix.'
Seperti diketahui, RE Custom World merupakan program dari RE Main Dealer yang berlokasi di Inggris, UK. Program ini memilih tiga sampai lima builder setiap tahunnya yang akan diberikan motor dan bebas untuk menunjukkan idealismenya.
”Dari tiga sampai lima motor, setiap tahun ada reward untuk satu motor yang akan berhak world tour dan akan dipajang di setiap event custom show,” kata Founder AMS Garage, Ajus Mulyawarman dalam konferensi pers, kemarin (18/11) di Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Baca Juga: Usung Konsep 3S (Sales - Service - Spare Part), Diler Morris Garage (MG) Resmi Hadir di Bali
Karya Phoenix dari AMS Garage Denpasar berhasil menyabet gelar juara di kategori utama Free For All (FFA). Motor ini terinspirasi dari burung mitologi Yunani yang melambangkan kebangkitan dan pembaruan.
Secara keseluruhan, bentuk motor menyerupai burung bersinar yang anggun dan menghadirkan energi positif serta keindahan. Proyek ini pun menjadi tantangan baru bagi AMS Garage.
”Kami ingin menciptakan sesuatu yang otentik sekaligus berbeda. Detail pada frame dan bodywork menjadi fokus utama untuk menonjolkan keindahan gaya tradisional,” sambungnya.
Motor berbasis Royal Enfield Super Meteor 650 ini menghadirkan interpretasi baru dari gaya traditional bagger. AMS Garage memadukan karakter khas gaya bagger dengan sentuhan tradisional, yang terinspirasi dari budaya lowrider Amerika Serikat yang legendaris.
Baca Juga: Asyik! Bikini Garage Ikut Ramaikan Touring PPMKI ke Pura Besakih Bali
Sistem girder pada lengan ayun depan dipadukan dengan air suspension fork, namun tetap mempertahankan karakteristik khas bagger. Diberikan sentuhan frame tipe hardtail yang biasa digunakan pada motor chopper, dengan bodywork menggunakan aluminium plat Type ER1100 setebal 3 mm dengan desain tribal khas AMS Garage.
Ditambah dengan teknik finishing hand-brushed dan hand-polished yang juga menciptakan tampilan yang tajam sekaligus halus. Pengerjaannya memakan waktu enam bulan dan launching pertama kali pada ajang Kustomfest 2024.
Prestasi ini pun membuka peluang bagi Phoenix untuk tampil dalam ajang world tour yang diadakan oleh Royal Enfield Main Dealer UK.
Baca Juga: Kedux, Motor Custom Asal Bali Juara Kontes Modifikasi Motor di Jepang
World Tour akan berlangsung di delapan titik mulai dari Desember 2024 hingga November 2025. Dimulai dari Yokohama Hot Rod Custom Show 2024 (Japan -Tokyo); One Moto Show 2025 (USA - Portland); Bike Shed 2025 (UK - London); Wheels and Waves 2025 (EU - France); Malle Mile 2025 (UK - London); Art of Speed 2025 (Malaysia - Kuala Lumpur); Kustomfest 2025 (Indonesia - Jogja); dan Eicma 2025 (EU Milan).
”Saya masih tidak menyangka karya saya bisa world tour. Sedangkan world tour ini adalah impian dari seluruh builder Indonesia yang ingin menampilkan karyanya di seluruh dunia,” kata Ajus.
Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi builder muda Bali, agar lebih percaya diri membawa karya mereka ke panggung internasional. Selain itu diharapkannya agar pemerintah turut mendukung custom bike lokal di Bali dengan menciptakan event-event. Pasalnya, budaya kustom memiliki potensi besar untuk pariwisata.
Baca Juga: bank bjb Manjakan Penggemar Modifikasi Mobil dan Motor untuk Dukung BBQ RIDE 2023
”Hampir 75 persen wisatawan mancanegara menyukai otomotif. Dengan lebih banyak event lokal, karya-karya terbaik dari Bali dapat tampil di tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya.
Ketua Harian Bekraf Denpasar, Putu ’Lengkong’ Yuliartha dalam kesempatan ini turut menyampaikan apresiasinya pada AMS Garage dan builder-builder yang ada di Bali.
”Atas nama Pemkot Denpasar melalui Bekraf, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada teman-teman yang sudah berkontribusi banyak dalam pergerakan kreativitas ini,” paparnya.
Capaian ini menjadi sebuah langkah baik yang menunjukkan instrumen-instrumen Bali yang dapat diimplementasikan di banyak aspek, baik aspek fisik maupun non fisik.
”Bali sebagai pulau yang penuh dengan karakter tidak berhenti hanya sampai sini. Terkait kultur, Bali sangat siap menghadapi era global tanpa menghilangkan identitasnya,” sambungnya. ***
Editor : Made Dwija Putera