DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pasar Takjil Ramadan yang terletak di sebelah Masjid Baiturrahman, Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara selalu ramai dikunjungi mulai pukul 14.00 WITA selama Bulan Ramadan.
Kuliner yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi campur, roti canai, pepes, hingga aneka sate. Salah satu sate yang ikonik dan paling diburu di Pasar Ramadhan Denpasar
yaitu sate susu.
"Yang paling dicari sate susu, selalu habis. Sehari bawa banyak, (sekitar, red) 800 sampai 1000 tusuk," kata salah satu pedagang sate, Afi, Minggu (9/3/2025).
Baca Juga: Elkan Baggot Dipastikan Kembali Bela Timnas Indonesia karena Terbentur Aturan FIFA, Terungkap Shin Tae Yong Bukan Alasan Tolak Panggilan PSSI
Sate susu khusus dijualnya saat Bulan Ramadhan saja, karena proses memasaknya yang lebih sulit dibandingkan sate biasa.
Seperti diketahui, sate susu terbuat dari kelenjar sapi yang sudah beranak. Lemaknya harus dibersihkan dulu sebelum direbus, kemudian dibelah dan diberi rempah-rempah.
Setelah direbus selama 4 jam, barulah daging dipotong dan ditusuk. Untuk satu porsi sate berisi sepuluh tusuk lengkap dengan bumbu plecing dan bumbu padang.
Baca Juga: CEK FAKTA! Tak Masuk Daftar PSN dan Terancam Batal, Gubernur Koster tetap Optimistis Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi tetap Lanjut
"Harganya Rp25 ribu per porsi. Ini peminatnya orang luar, jadi untuk Ramadhan saja," ujarnya.
Selain sate susu, ia juga menjual ragam sate lainnya. Seperti sate usus, sate sumsum, sate tuna lilit, sate daging ayam plecing, hingga sate cecek.
"Sate yang paling dicari lagi sate sumsum. Sate sumsum dibuat dari sumsum tulang sapi belakang," sambungnya.
Rata-rata aneka sate dijualnya seharga Rp1.500 sampai Rp2.500 per tusuk.***