DENPASAR, Radar Bali.id- Konsep penanganan sampah yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar belum tampak nyata. Sebelumnya akan rencanakan pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Pesanggaran.
Kini, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa sebut penyelesaian masalah sampah dengan optimalkan Pusat Daur Ulang (PDU) di Padangsambian Kaja dan menghidupkan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang telah gagal, Kertalangu dan Tahura.
”Karena akhir tahun 2025 diharapkan oleh kementerian Lingkungan Hidup untuk tidak lagi membuang sampah ke TPA. Pak wali kota sudah memikirkan bagaimana memaksimalkan lahan-lahan yang ada fasilitas yang ada untuk bisa mengelola sampah,” ucapnya.
Pusat Daur Ulang (PDU) klaimnya telah berhasil mengelola sampah 50 ton per hari. Salah satunya disulap menjadi paving.” Nah sekarang Pak wali kota fokus pemanfaatan yang ada di Kertalangu dan Tahura,” jelasnya.
Wali Kota Denpasar juga akan memanfaatkan TPST Kertalangu dan Tahura yang sebelumnya gagal. Rencananya pekerja di PDU maupun pengelolaan sampah di Kertalangu dan Tahura diprioritaskan warga miskin dan disabilitas bekerja untuk memilah sampah.
Mengajak penyandang disabilitas karena Wali Kota Denpasar menjalankan amanat undang-undang mewujudkan Kota yang inklusi.” Konsepnya untuk masyarakat kita diberikan pekerjaan kan otomatis keluar dari kemiskinan. Teman-teman disabilitas arahan Pak Wali kalau berkenan mungkin diberdayakan,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan pihaknya terus membuka ruang partisipasi aktif penyandang disabilitas pada pembangunan kota. Diantaranya rencana pembangunan pabrik daur ulang plastik di kawasan Padangsambian.
“Masalah sampah plastik menjadi perhatian kami. Maka kami berencana membangun pabrik plastik kecil di Padangsambian, yang akan melibatkan sekitar 65 tenaga kerja," tandas Jaya Negara. [*]
Editor : Hari Puspita