DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Di era digital seperti sekarang, kemampuan coding dan pemahaman teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, tapi menjadi keterampilan dasar yang penting dimiliki anak-anak sejak dini. Belajar coding tidak hanya melatih logika dan kreativitas, tetapi juga mengajarkan problem solving, kolaborasi, dan inovasi.
Sebagai wadah untuk menyalurkan semangat belajar dan kreativitas teknologi anak-anak, Koding Akademi kembali menghadirkan ajang tahunan yang selalu dinantikan, Coding, AI & Robotic Competition 2025, dengan tema: “Smart Mobility for a Greener Future”. Kompetisi ini mengajak peserta untuk berpikir lebih cerdas dan berkelanjutan melalui teknologi dan robotika.
Rangkaian kegiatan kompetisi dimulai dengan Scoring Session pada 1 November 2025 di kantor Koding Akademi Denpasar. Setelah melalui penilaian awal, para peserta melaju ke babak puncak di Living World Denpasar pada 9 November 2025.
Di ajang ini, semangat belajar dan energi inovatif mereka benar-benar terasa, memeriahkan suasana hingga malam hari. Suasana di area Nusantara Market begitu hidup, dengan finalis Python Programming dan 3D Game Programming yang tampil percaya diri membawakan live presentation proyek mereka di hadapan juri dan pengunjung.
Peserta GreenTech Innovation Challenge juga memamerkan ide-ide cerdas terkait teknologi ramah lingkungan melalui exhibition project, sekaligus melibatkan pengunjung dalam menentukan People’s Choice Award.
Puncak acara digelar di Amphitheater Living World lewat Awarding Night yang hangat dan penuh semangat. Kompetisi tahun ini menampilkan sembilan kategori lomba: Robotic Junior, Robotic Explorer 1.0, Robotic Explorer 2.0, GreenTech Innovation Challenge, Mbot Switch Smart Challenge, Coding Explorer with AI, 3D Game Programming, Python Programming, dan Web Design.
Founder Koding Akademi, Dipl. INF Anak Agung Gde Rai Adi, menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar soal menang atau kalah. “Kami ingin menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya mahir teknologi, tapi juga peduli lingkungan dan masyarakat. Setiap kegiatan Koding Akademi berlandaskan nilai E–S–G: Environment, Social, Governance,” ujarnya.
Melalui tema “Smart Mobility for a Greener Future”, peserta didorong untuk berinovasi menciptakan solusi transportasi berkelanjutan (Environment), memperluas akses pendidikan teknologi bagi anak-anak di desa tertinggal melalui program CSR (Social), dan menanamkan nilai sportivitas serta integritas (Governance).
Co-Founder Koding Akademi, Gusti Ayu Putu Ferliyanti, menambahkan, “Setiap partisipasi peserta membuka peluang bagi anak-anak di desa tertinggal untuk belajar coding dan robotik melalui program CSR Koding Akademi.
Dana pendaftaran dan anggaran perlombaan kali ini dialokasikan untuk mendanai workshop coding di desa tertinggal, dari ujung timur Pulau Bali (Karangasem) hingga Jember. Workshop ini mendukung inovasi, kolaborasi, dan berbagi pengalaman serta kebaikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag, menekankan relevansi tema dengan tantangan nyata kota Denpasar.
“Kita tahu Denpasar menghadapi persoalan banjir dan sampah, terutama ketika musim hujan. Masalah ini tidak hanya diselesaikan dengan kerja lapangan, tapi juga dengan pemikiran cerdas dan solusi teknologi. Saya yakin kreativitas yang kalian tunjukkan hari ini bisa menjadi inspirasi besar bagi pemerintah kota. Kalau robotnya jatuh, bangunkan lagi dan perbaiki; setiap kegagalan kecil hari ini akan menjadi fondasi keberhasilan hari esok,” tegasnya.
Kompetisi ini juga bersifat hybrid, sehingga peserta dari berbagai kota seperti Denpasar, Gianyar, Surabaya, Jember, Banyuwangi, Jakarta, dan Bekasi dapat terlibat secara lebih luas. Program CSR Koding Akademi pun kembali dijalankan, membuka peluang bagi anak-anak di desa tertinggal untuk mengenal coding dan robotik sejak dini.
Tahun ini turut hadir perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.
Tak kalah penting, kemeriahan acara turut didukung oleh para sponsor dan mitra seperti Living World Denpasar, PLN Icon Plus, Heavenly Chocolate, Kalbe Nutritional, Energizer, Oppo Indonesia, dan banyak lagi.
Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial, Koding Akademi berharap generasi muda Indonesia terus terdorong untuk berpikir kritis, berinovasi, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***
Editor : M.Ridwan