Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Denpasar Segera Revitalisasi Zona Titik Nol Kilometer di 2026: Trotoar Andesit, Kawasan Kuliner hingga Solusi Banjir

Adrian Suwanto • Kamis, 20 November 2025 | 01:35 WIB
NOL KILOMETER DENPASAR : Suasana di Jalan Sulawesi Denpasar. Ke depan bakal jadi pusat kuliner. (Adrian Suwanto/Radar Bali)
NOL KILOMETER DENPASAR : Suasana di Jalan Sulawesi Denpasar. Ke depan bakal jadi pusat kuliner. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

 

DENPASAR, Radar Bali.id – Setelah sukses merampungkan penataan kawasan Sanur, Pemerintah Kota Denpasar kini mengalihkan fokus pada revitalisasi besar-besaran kawasan Titik Nol Kilometer Kota Denpasar.

Tahun 2026 dijadikan momentum untuk tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga merespons upaya pasca-banjir bandang dan memperkuat kualitas tata ruang perkotaan.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan bahwa penataan ini bersifat menyeluruh, mencakup perbaikan trotoar, penataan taman kota, dan peningkatan kualitas pencahayaan di lima ruas jalan utama: Jalan Hasannudin, Thamrin, Gajah Mada, Sulawesi, dan Sumatera.

Material Andesit dan Transformasi Wajah Kota

Revitalisasi trotoar direncanakan akan menggunakan material andesit, mengikuti standar penataan yang telah sukses diterapkan di kawasan Sanur. Sementara itu, penggunaan paving atau aspal untuk badan jalan masih menunggu kajian lanjutan dan arahan dari Wali Kota Denpasar.

“Arahan Bapak Wali Kota, pasca-banjir ini menjadi momentum bagi kita untuk mulai penataan menyeluruh di kawasan 0 kilometer pada tahun 2026,” ujar Agus Arya Wibawa, menargetkan wajah kota Denpasar berubah menjadi lebih rapi, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi.

Dialog dengan Pemilik Toko dan Solusi Kuliner Baru

Dalam waktu dekat, Wali Kota Denpasar dijadwalkan akan bertemu langsung dengan para pemilik toko di Jalan Gajah Mada untuk memperkuat komunikasi dan mendorong transformasi bisnis.

“Kami berharap melalui komunikasi langsung dengan para pemilik toko, transformasi bisnis di Gajah Mada dapat berjalan dan menghidupkan kembali ekosistem ekonominya,” jelasnya.

Pemkot juga menanggapi usulan masyarakat mengenai penutupan Jalan Gajah Mada sebagai area street food. Namun, usulan tersebut dinilai kurang memungkinkan karena status Jalan Gajah Mada yang sangat vital sebagai penggerak ekonomi utama bagi Pasar Badung, Kumbasari, dan sekitarnya.

Jalan Sulawesi Disiapkan Jadi Pusat Kuliner UMKM

Sebagai alternatif, Pemkot kini mengkaji Jalan Sulawesi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner UMKM.

“Jalan Sulawesi lebih memungkinkan karena lebih lengang dan aman, sehingga bisa menjadi pusat kuliner UMKM sekaligus menghidupkan kota di malam hari,” ungkap Wakil Wali Kota.

Dengan rangkaian penataan ini, Pemkot Denpasar menargetkan Titik Nol Kilometer tidak hanya menjadi lebih modern dan tertata, tetapi juga mampu menciptakan ruang kota yang hidup, aman, dan produktif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.[*]

Editor : Hari Puspita
#kota denpasar #Penataan #Nol Kilometer #pusat kota