Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sambut Waisak,  Meneladani Siddharta Gautama di Tengah Tantangan Global

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:58 WIB
PERDAMAIAN: Anggota Magabudhi Bali dan Pembina Nawa Ratna Bali, Agus Wirajaya. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
PERDAMAIAN: Anggota Magabudhi Bali dan Pembina Nawa Ratna Bali, Agus Wirajaya. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Tokoh masyarakat di Denpasar yang juga Anggota Magabudhi Bali dan Pembina Nawa Ratna Bali, Agus Wirajaya, bersiap menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada 31 Mei ini.

Tahun ini, Waisak mengusung tema "Dharma Perdamaian Dunia" yang dinilai sangat sesuai dengan kondisi sosial dunia saat ini.

Tekanan ekonomi, politik, serta geopolitik global diakui membuat masyarakat dan umat cukup berat dalam menjalani kehidupan.

​Agus mengajak semua pihak untuk melihat perdamaian bukan hanya sebagai absennya perang, melainkan sebagai fondasi moral untuk ketahanan ekonomi, kohesi sosial, dan sarana menjalin komunikasi yang baik antarwarga.

Baca Juga: Harga BBM Diesel Melonjak, Cek Harga BBM Pertamina dan Swasta Hari Ini 30 Mei 2026

​"Tentu harapan dan doa kita semua, mereka yang duduk di pemerintahan sebagai pribadi mampu menjalankan dharma agama, dan sebagai pemimpin mampu berpegang teguh pada dharma negara. Bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya demi masyarakat," terang pria yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar ini.

​Dalam suasana hari raya ini, ia menjelaskan bahwa Waisak merupakan peringatan tiga peristiwa penting bagi umat Buddha yang terjadi pada purnama di bulan Waisaka (Trisuci Waisak), yaitu lahirnya Pangeran Siddharta Gautama, Sang Gautama mencapai Penerangan Sempurna, dan Sang Buddha mencapai parinibbana (wafat).

​Ketiga peristiwa penting tersebut diperingati umat Buddha dengan melakukan Waisaka Puja di vihara, melakukan abhaya dana dengan melepas makhluk hidup seperti burung atau ikan, serta melakukan patidana atau pelimpahan jasa kepada para leluhur.

​Nilai-nilai yang bisa diambil dari peristiwa agung Trisuci Waisak ini adalah keberanian berkorban untuk mencapai tujuan hidup.

"Sebagaimana Pangeran Siddharta melepas haknya sebagai pangeran untuk menjadi petapa, berpegang teguh pada tujuan dan Dhamma, serta berwelas asih kepada semua makhluk hidup, serta melatih diri hidup dalam damai," imbuhnya.

​Di tengah situasi negara yang sedang berjuang saat ini, momentum Hari Raya Waisak juga menjadi refleksi penting bagi pemerintah.

Baca Juga: Cair 2 Juni, Ini Rincian Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu

Terutama dalam hal geopolitik, pemerintah pusat wajib memastikan diplomasi luar negeri yang baik sehingga Indonesia terhindar dan tidak terseret dalam konflik antarnegara yang terjadi saat ini, sekaligus demi menjaga stabilitas nasional.

​Sedangkan untuk pemerintah daerah, diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas ekonomi serta sosial masyarakat setempat. Sebab, keberhasilan kita sebagai sebuah bangsa untuk melalui masa-masa sulit ini sangat tergantung pada peran dan kebijakan para pemimpin saat ini.***

Editor : M.Ridwan
#Magabudhi Bali #Nawa Ratna #waisak