Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemkot Denpasar Tata Kabel Bawah Tanah Sanur dan Sulap Jalan Sulawesi Jadi Pusat Kuliner

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:27 WIB
Pusat grosir tekstil di Jalan Sulawesi akan diubah menjadi sentra kuliner Denpasar.
Pusat grosir tekstil di Jalan Sulawesi akan diubah menjadi sentra kuliner Denpasar.

 

RADAR BALI - Wajah Kota Denpasar bersiap mengalami transformasi besar pada tahun 2026 ini. pemerintah kota Denpasar tengah mematangkan program penataan jaringan utilitas bawah tanah melalui Instalasi Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sekaligus mempercantik estetika kota di berbagai kawasan strategis, mulai dari pusat wisata hingga kawasan bersejarah (heritage).

Kawasan wisata Sanur menjadi klaster pertama yang akan segera dieksekusi. Penurunan kabel provider internet di wilayah ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Agustus 2026 setelah sebagian besar regulasi pendukungnya rampung disiapkan.

Penataan tahap awal di Sanur akan difokuskan pada beberapa titik krusial, meliputi Jalan Danau Poso, lanjutan Jalan Danau Tamblingan, Jalan Cemara, serta sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

Selain memindahkan kabel udara ke bawah tanah, proyek ini juga mencakup penataan lampu penerangan jalan agar memiliki desain yang seragam demi mendukung estetika kawasan wisata.

Sementara itu, program Extended Common Utility Tunnel (ECUT) di kawasan Jalan Danau Poso dan sekitarnya belum masuk dalam pelaksanaan tahun ini. Pihak pemkot menargetkan seluruh kawasan Sanur, termasuk pembangunan utilitas bawah tanahnya, dapat dituntaskan sepenuhnya pada 2027.

Revitalisasi Kawasan Heritage dan Titik Nol Kilometer

Setelah Sanur, program penataan jaringan utilitas bawah tanah akan dilanjutkan ke Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada. Seluruh regulasi untuk kawasan tersebut kini telah siap sehingga pelaksanaan dapat segera dilakukan.

Pemerintah juga telah menyiapkan kelanjutan penataan kawasan heritage pada 2027 dengan menyasar Jalan Sumatera dan Jalan Thamrin.

Penyelesaian proyek ini sempat mengalami penyesuaian setelah sebagian anggaran dialihkan untuk mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Denpasar.

Momentum tahun 2026 ini juga dimanfaatkan untuk melakukan revitalisasi besar-besaran di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Denpasar.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mempercantik kota, tetapi juga menjadi respons strategis pasca-banjir bandang guna memperkuat kualitas tata ruang perkotaan.

Penataan ini bersifat menyeluruh, mencakup perbaikan trotoar, penataan taman kota, dan peningkatan kualitas pencahayaan di lima ruas jalan utama Jalan Hasanuddin, Jalan Thamrin, Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, dan Jalan Sumatera.

Revitalisasi trotoar di koridor tersebut direncanakan menggunakan material batu andesit, mengikuti standar penataan yang telah sukses diterapkan di kawasan Sanur.

Sementara itu, penggunaan paving atau aspal untuk badan jalan masih menunggu kajian lanjutan dan arahan lebih lanjut.

Jalan Sulawesi Disulap Jadi Pusat Kuliner Malam

Selain infrastruktur fisik, transformasi ekonomi juga menjadi fokus utama penataan ini. Wali kota Denpasar telah bertemu langsung dengan para pemilik toko di Jalan Gajah Mada untuk memperkuat komunikasi dan mendorong transformasi bisnis agar ekosistem ekonominya kembali hidup.

Terkait usulan masyarakat mengenai penutupan Jalan Gajah Mada untuk dijadikan area street food, Pemkot Denpasar menilai opsi tersebut kurang memungkinkan.

Hal ini dikarenakan status Jalan Gajah Mada yang sangat vital sebagai urat nadi perekonomian utama bagi Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan sekitarnya.

Sebagai gantinya, pemerintah daerah memilih Jalan Sulawesi untuk disulap menjadi pusat kuliner.

"Jalan Sulawesi lebih memungkinkan karena lebih lengang dan aman, sehingga bisa menjadi pusat kuliner UMKM sekaligus menghidupkan kota di malam hari," ungkap Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa.

Penataan utilitas bawah tanah di Kota Denpasar ini dilakukan secara bertahap menggunakan sistem klaster mengingat luasnya wilayah kota.

Setelah kawasan wisata Sanur dan kawasan heritage Jalan Gajah Mada selesai, pemerintah akan melanjutkan penataan ke kawasan bisnis sesuai skala prioritas.

Melalui rangkaian program ini, Titik Nol Kilometer Kota Denpasar ditargetkan menjadi lebih modern, rapi, aman, dan mampu menciptakan ruang kota yang produktif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Kuliner jalan sulawesi #Penataan Jaringan Utilitas Sanur #Revitalisasi Titik Nol Denpasar #Wisata Kuliner Denpasar #pemkot denpasar