TABANAN – Diduga dipicu api dari dupa usai sembahyang di kamar suci, sebuah rumah permanen milik warga Banjar Dinas Tiyinggading Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan ludes terbakar. Peristiwa kebakaran hebat yang menimpa pemilik rumah Ni Kadek Sugiasih, 44 terjadi Jumat (8/4) sekitar pukul 08.30 wita.
Kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, lantaran kondisi rumah dalam keadaan kosong. Namun pemilik rumah menderita kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Ketut Tunas yang dikonfirmasi tak memungkiri kejadian tersebut. Dia menyatakan peristiwa kebakaran rumah permanen dengan ukuran 10x12 meter yang menimpa korban terjadi disaat korban meninggalkan rumahnya bekerja di Denpasar.
“Korban ini bekerja sebagai PNS di RS Sanglah Denpasar tak ada di rumah. Sedangkan anaknya kala itu sedang bersekolah begitu pula keluarga lainnya. Benar-benar sepi penghuni rumah saat kejadian,” kata AKP Tunas.
Kebakaran tersebut sejatinya diketahui pertama kali oleh pak Rani salah satu pemilik warung yang berada selatan jalan tak jauh dari rumah korban.
Saksi yang kala itu sedang berada di warung miliknya mendadak melihat asap api mengepul dari atas milik Ni Kadek Sugiasih.
Penasaran dengan kepulan yang sudah membumbung tinggi saksi kemudian langsung mendekat ke rumah korban.
Kala saksi yang berteriak di depan rumah korban, namun sama sekali tak ada respon dari pemilik. Ternyata kala itu korban tak berada di rumahnya.
Mengetahui kondisi rumah keadaan kosong, sementara api terus membesar. Saksi kemudian meminta bantuan kepada salah seorang warga yang bekerja di sawah sebelah rumah korban. dan saksi menginformasikan peristiwa kebakaran kepada warga sekitar.
“Warga pun berusaha memadamkan api pada rumah permanen milik korban yang terbakar dengan menggunakan peralatan seadanya. Sayangnya api tidak dapat dipadamkan sehingga membakar seluruh barang dan isi rumah,” ungkapnya.
Api baru dapat dipadam sekitar pukul 09.00 wita setelah datang 3 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Dari hasil penyelidikan dan olah TKP yang pihaknya lakukan diduga api berasal dari percikan api dupa yang di taruh di kamar suci sehabis sembahyang. Sehingga memicu terjadinya kebakaran pada bangunan rumah milik korban.
“Karena keterangan anak korban Ni Putu Windi Bella Putri Nayasih sebelum berangkat sekolah menuju SMA 1 Bajera sekitar pukul 06.00 wita sempat sembahyang di kamar suci dengan memakai dupa,” ujarnya.
Akibat peristiwa kebakaran tersebut setelah dilakukan perhitungan korban menderita kerugian ditaksir sekitar Rp 300 juta. “Korban telah menerima sebagai musibah dan tidak melakukan tuntutan terhadap peristiwa kebakaran tersebut,” tandasnya.
Editor : Yoyo Raharyo