“Dulu omzet bulanan mencapai Rp 4 juta rupiah. Sejak pakai gerobak listrik mulai meningkat hingga hingga 50 persen,” kata Sintia.
Ia mengapresiasi PLN yang memperhatikan kebutuhan UMKM miliknya dengan memberikan bantuan berupa kendaraan ramah lingkungan. Bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitasnya sehingga usahanya berkembang dan lebih efisien.
“Sehari hanya perlu di-charge 1 sampai 2 jam saja. Dihitung – hitung sebulan cukup beli pulsa kurang lebih 20 ribu rupiah untuk kebutuhan isi ulang baterai gerobak,” tuturnya.
Sintia turut menjelaskan kenyamanan menggunakan gerobak listrik yang sempat membuatnya terheran karena tak mengeluarkan suara saat digunakan.
“Keluarga, kadang juga langganan tanya, gerobaknya hebat tidak berisik, dan ga ada asapnya, sehingga tidak khawatir makanannya kena asap,” ujarnya.
Senior Manager Komunikasi & Umum, Krisantus Hendro Setyawan menjelaskan bantuan gerobak listrik kepada 11 UMKM binaan PLN pada Oktober 2021 lalu merupakan wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
“PLN memiliki visi untuk mewujudkan sustainable development goals dengan menciptakan shared value baik dari segi ekonomi, sosial, maupun yang menjadi perhatian saat ini adalah semangat transisi energi yang sekaligus mendukung program Bali Energi Bersih melalui penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan,” terangnya.
Krisantus berharap gerobak listrik mampu digunakan maksimal oleh UMKM untuk memperluas usahanya dengan lebih green. “Harapannya, gerobak listrik dapat menjadi icon bagi UMKM untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga masyarakat makin berminat untuk beralih menggunakan kendaraan berbasis listrik,” pungkasnya. (rba/ken) Editor : Yoyo Raharyo