Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Telur dan Daging Ayam Melejit di Klungkung, Begini Curhatan Pedagang

Hari Puspita • Selasa, 23 Mei 2023 | 23:05 WIB
MELEJIT : Pedagang telur ayam di Pasar Umum Galiran (foto:dewa ayu pitri arisanti/radarbali)
MELEJIT : Pedagang telur ayam di Pasar Umum Galiran (foto:dewa ayu pitri arisanti/radarbali)
SEMARAPURA, Radar Bali.id- Telur dan daging ayam mengalami peningkatan harga sejak beberapa hari terakhir ini. Pasokan yang terbatas menjadi penyebab terjadi peningkatan harga komoditas tersebut.

Seorang pedagang daging ayam di Pasar Umum Galiran, Senin (22/5/2023), dalam penuturannya kepada Jawa Pos Radar Bali   mengungkapkan, harga ayam telah mengalami peningkatan sejak Bulan Ramadhan dan semakin meningkat jelang Hari Raya Saraswati. Saat ini harga ayam hidup berkisar Rp26 ribu per kilogram sementara ayam potong berkisar Rp40 ribu per kilogram. “Harganya naik Rp1.000 setiap hari,” katanya.

Menurutnya kenaikan harga ayam itu terjadi lantaran terbatasnya pasokan bibit ayam. Akibat kenaikan harga, penjualan daging ayam di tempatnya mengalami penurunan. “Katanya penyebabnya, hari raya kemarin tidak ada pasokan bibit (bibit ayam),” ujarnya.

Tidak hanya daging ayam, menurut seorang pedagang telur ayam di Pasar Umum Galiran, Wayan Sumiana, harga telur ayam turut mengalami peningkatan harga. Dia yang biasanya membeli telur dari distributor sekitar Rp50 ribu per kerat, kini menjadi Rp52 ribu per kerat. “Sehingga saya jual ke pembeli Rp54 ribu per kerat. Kalau eceran, Rp1.800 per butir,” terangnya.

Dia mengaku tidak tahu penyebab pasokan telur terbatas sehingga membuat harga komoditas pangan itu mengalami peningkatan harga. Meski harga telur meningkat, penjualan telur di tempatnya masih tetap normal.

“Padahal tidak ada hari raya. Apa karena pakan naik atau karena ada pembagian bansos (bantuan sosial), saya tidak tahu. Penjualan masih normal. tidak ada yang protes karena ditahui pasokan telurnya sedikit,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/radar bali]

 

 

  Editor : Hari Puspita
#lonjakan harga #kebutuhan pokok #sembako #harga daging dan telur