AMLAPURA, Radar Bali.id- UMKM dan Koperasi di Karangasem hingga saat ini belum bisa berkembang maksimal. Sejumlah kendala masih menjadi hambatan UMKM dan Koperasi di Karangasem untuk maju. Salah satunya adalah akses permodalan. Hal itu diakui Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustruan dan Dagang Karangasem, I Made Loka Santika
Dia mengatakan bahwa ada beberapa persoalan yang selama ini kerap dialami oleh Koperasi maupun pelaku UMKM di Karangasem.
Beberapa di antaranya yaitu, akses permodalan. “Kebanyakan pelaku UMKM tidak memiliki agunan sehingga kesulitan untuk mengakses modal,” katanya Sabtu (24/6/2023).
Selain itu, sebut Loka, pendataan UMKM di Karangasem juga belum optimal. Masih lemahnya aspek daya saing produk, keterbatasan akses pemasaran serta keterbatasan sarana prasarana menjadi penghambat. “Tetapi pemerintah juga berupaya untuk mendorong agar UMKM dan koperasi di Karangasem bisa berkembang,” katanya.
Pihaknya mendorong agar pelaku UMKM memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk mereka. “Untuk akses permodalan semoga bisa difasilitasi,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk koperasi dari total jumlah 337 koperasi saat ini, terdapat 107 yang tidak aktif. “Tapi, sudah ada 3 yang kami dorong dan berhasil aktif kembali,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita