DENPASAR,radarbali.id - Pertumbuhan ekonomi di Bali sudah menunjukkan tren positif yakni berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pertumbuhan ekonomi 5,83 persen pada semester I 2023. Setelah dilanda Pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi sempat minus, ekonomi anjlok menjadi paling bawah di seluruh Indonesia. Hal itu diungkap Gubernur Bali Wayan Koster saat Sosialisasi KUHP ini diselenggarakan bertempat di The Trans Resort Bali pada kemarin (9/8).
"Triwulan I 2023 ekonomi Bali 6,09 persen. Positif sudah tidak lagi kontraksi sudah di atas nasional. Tahun 2020 paling bawah dari 34 provinsi," jelasnya
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Asep N. Mulyana, Perwakilan Komisi III DPR RI Wayan Sudirta, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu, perwakilan polisi, jaksa, advokat, hakim, organisasi bantuan hukum terakreditasi, dan pejabat pemasyarakatan di Provinsi Bali serta penyuluh hukum dan perancang peraturan perundang-undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali dengan jumlah keseluruhan 100 (seratus) orang.
Lanjut Koster, pada triwulan II 2023 ekonomi Bali tumbuh 5,6 persen. Jadi, di atas ekonomi nasional yang 5,11 persen. Dikatakan ekonomi Bali kembali pulih tapi belum 100 persen karena kunjungan wisatawan mancanegara baru 70 persen, sementara wisatawan domestik sudah pulih 60 persen. "Tapi ekonominya sudah melampaui pertumbuhan ekonomi tahun 2019," terangnya.
"Saat pariwisata sudah puling, wisatawan banyak yang masuk. Waktu pandemi di awal diperketat masuk orang, pada saat pemulihan saya minta beliau (Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ) mempermudah wisatawan asing masuk Bali dan menerapkan kebijakan Visa On Arrival (VoA) dikasih juga sama beliau,"kenangnya.
Kendati demikian, saat pariwisata semakin pulih banyak wisatawan asing yang nakal di Bali melanggar aturan di Indonesia. Sejak awal tahun 2023 sampai saat ini Imigrasi telah mendeportasi 200 WNA lebih. "Banyak wisatawan mancanegara yang dideportasi. Lebih dari 200 WNA yang dideportasi supaya tertib semua luar biasa peran pak Menteri ini," terangnya.***
Editor : M.Ridwan