Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menelisik 3 Pilar Blue Bird: Halau Jutaan Botol Plastik, Aktif Kurangi Emisi, Dukung Pariwisata Hijau

Maulana Sandijaya • Selasa, 5 September 2023 | 03:15 WIB

 

 

RAMAH LINGKUNGAN: Gde Suartha, salah satu pengemudi taksi listrik Blue Bird Bali saat difoto Senin (4/9/2023).
RAMAH LINGKUNGAN: Gde Suartha, salah satu pengemudi taksi listrik Blue Bird Bali saat difoto Senin (4/9/2023).

Perlahan tapi pasti, upaya konkret PT Blue Bird Tbk menjaga kelestarian alam mulai terlihat hasilnya. Di Bali, perusahaan berlambang burung biru itu setiap tahunnya mampu mengurangi penggunaan 1,6 juta botol plastik atau setara dengan 160 ton. Kok, bisa?

MENAPAKI usia ke-51, PT Blue Bird Tbk memiliki komitmen kuat menjaga tiga pilarnya: Blue Sky, Blue Life, Blue Corps. Komitmen menjalankan Blue Sky misalnya, manajemen Blue Bird bekerja sama dengan Yayasan Word Wide Fund for Nature (WWF).

Kerja sama yang di-launching sejak 2018 di Badung, Bali, itu memiliki agenda besar menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik. Yang menarik, kerja sama itu juga sejalan dengan Pergub Bali Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Setelah nota kesepahaman diteken, seluruh pengemudi dan karyawan Blue Bird dilarang membawa air minum dari botol sekali pakai. Sebagai gantinya mereka dibekali tumbler. Jika air habis, pengemudi harus mengisi di dalam pul. Pengemudi juga dilarang memakai kantong kresek.

Sebagai bentuk ketegasan, Blue Bird tak segan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar. Sanksinya tidak diberi izin mengemudi hingga dijatuhi denda. Untuk diketahui, jumlah pengemudi Bluebird di Bali tercatat 850 orang.

“Awalnya memang tidak mudah, tapi bisa karena terbiasa. Hasilnya, lebih dari 1,6 juta botol plastik kami kurangi setiap tahunnya. Efek lainnya kebiasaan itu dibawa ke lingkungan rumah,” ujar I Putu Gede Panca Wiadnyana, GM Bluebird Area Bali-Lombok saat diwawancarai Radarbali.id, Sabtu (2/9/2023).

Dijelaskan lebih lanjut, kerja sama itu hingga kini masih berlanjut, bahkan perkembangannya semakin pesat. Dalam beberapa kesempatan, seperti momen ulang tahun Blue Bird, digelar gerakan peduli lingkungan.

Misalnya kegiatan penanaman mangrove dan melakukan penghijauan. Selain itu juga dibagikan tas kain ke pasar-pasar, membuat bank sampah, hingga menggelar kampanye bersama sekaha teruna-teruni atau kelompok pemuda di tingkat banjar (dusun).

“Kami juga menggandeng sejumlah desa adat di Bali. Kami yakini kerja sama ini bisa menyentuh ke tingkat terbawah,” imbuh pria asli Denpasar itu.

Tidak hanya konsisten mengurangi penggunaan plastik, Blue Bird di Bali sebagaimana program Blue  Bird nasional, juga aktif mengurangi emisi karbon untuk mewujudkan langit biru yang bersih dari polusi. Upaya itu dibuktikan dengan pemakaian mobil listrik.

Secara nasional Blue Bird sudah mengoperasikan 200 mobil listrik. Dari jumlah tersebut, 30 unit sudah mengaspal di Pulau Dewata. Ke depan jumlah tersebut bakal terus bertambah, karena Bali menjadi salah satu target pengoperasian mobil listrik. “Mobil sewa kami jua akan memakai mobil listrik,” tukasnya.

Selain itu, Blue Bird di Bali juga sedang membangun solar panel di kantornya di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Solar panel ini sebagai sumber listrik dari energi baru terbarukan. 

“Kami cukup percaya diri mengatakan, bahwa kami pionir perusahaan transportasi yang secara konsisten menjalankan program peduli lingkungan secara sustainability,” tandasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, tujuan besar dari beragam kegiatan itu adalah mewujudkan visi berkelanjutan 50/30 yang dicanangkan PT Blue Bird Tbk. “Jadi, pada 2030 kami memiliki target mengurangi emisi karbon 50 persen,” tuturnya.

Program peduli lingkungan Blue Bird ini sekaligus mendukung sustainable tourism atau pariwisata hijau yang ramah lingkungan. Seperti diketahui, Bali adalah etalase pariwisata Indonesia yang sering menjadi perhatian dunia. Jika lingkungan kotor, maka pariwisata menjadi sepi. Ketika turis sepi, maka perputaran ekonomi tersendat.

Kondisi tersebut menunjukkan antara Blue Sky dengan Blue Life berkolerasi. Blue Life sendiri bertujuan memberikan kesejahteraan. Tidak hanya pada para pengemudi Blue Bird, tapi juga lingkungan sekitar. “Tantangannya bagaimana mengubah mindset agar semua memiliki pemahaman yang sama tentang Blue Sky dan Blue Life. Dengan komitmen dan kolaborasi semua pihak, semua bisa tercapai,” ucapnya.

Terkait Blue Corps, Panca menyebut juga sudah dilaksanakan. Di antaranya digitalisasi melalui MyBluebird yang banyak memberikan kemudahan. Digitalisasi juga membantu memberi pelayanan pada masyarakat, terutama saat Bali dihantam pandemi Covid-19. Di mana semua harus menjaga jarak. “Ketiga pilar Blue Bird itu sudah kami terapkan maksimal dan konsisten di Bali,” pungkasnya.

Di sisi lain, beragam terobosan Blue Bird mendapat apresiasi dari Pemprov Bali. Bahkan, bisa dijadikan role model bagi perusahaan swasta lain untuk peduli lingkungan. Apresiasi itu diungkapkan langsung Ida Bagus Setiawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker dan ESDM) Provinsi Bali.

“Aturan penggunaan tumbler (Blue Bird) itu sangat baik, karena terbukti mengurangi pemakaian kemasan plastik,” terangnya.

Dikatakan, Pemprov Bali juga mengapresiasi para pihak, termasuk Blue Bird yang memiliki inisiatif, bersinergi, berkolaborasi, dan fokus memanfaatkan transportasi ramah lingkungan.

Pemprov Bali sendiri pada 26 Januari 2023 telah meluncurkan  Rencana Aksi Daerah Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (RAD PKBLBB) 2022-2026. Peluncuran itu disaksikan langsung Gubernur Bali Wayan Koster.  “Sinergi dan kolaborasi ini perlu ditingkatkan ke depannya,” tegas Setiawan. ***

 

Editor : M.Ridwan
#Kurangi Emisi #blue bird #Botol plastik #pariwisata hijau