Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bank Sinarmas Nebar Bau Busuk Modus Asuransi, Dijanjikan Untung Bombastis, Miliaran Dana Nasabah Raib

Andre Sulla • Selasa, 21 Mei 2024 | 21:47 WIB

 

MODUS LAMA: Tempat transaksi asuransi Simas Jiwa Tabanan dan bukti polis milik nasabah yang dananya hilang.
MODUS LAMA: Tempat transaksi asuransi Simas Jiwa Tabanan dan bukti polis milik nasabah yang dananya hilang.

DENPASAR, radarbali.id - Dunia Perbankan tercoreng lagi. Kali ini tersebar bau busuk kinerja Bank Sinarmas di Bali. Indikasinya adalah Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan uang nasabah berjumlah miliaran rupiah.

Kok bisa. Dari isu kemudian menjadi fakta. Disebut dilakukan Kepala Bank Sinarmas Cabang Tabanan bernama Winda Setiawan Handoko. Modus operandinya, menawarkan asuransi dengan iming-iming keuntungan bombastis.

Permasalahan ini bermula saat wanita sapaan Winda menawar nasabah inisial ODM, mengikuti Asuransi Simas Jiwa, di Bank Sinarmas Cabang Tabanan.

Ia menjanjikan manfaat bunga dari nilai premi lebih dari suku bunga bank, serta nilai pertanggungan bagi pemegang polis atau tertanggung.

"Ya, Winda mengiming-imingi berikan bunga lebih tinggi dari bunga bank yakni 6%," ungkap ODM saat dijumpai di Denpasar, Senin (20/5/2024).

Guna melicinkan proses, dia juga memberikan pilihan agar calon pemegang polis membayarkan premi melalui rekening yang disebutkan milik Bank Sinarmas sehingga terjadilah transaksi.

"Penyetoran atau transaksi berlangsung di Kantor Cabang  Bank Sinarmas Tabanan. Saya lama kenal Winda, program asuransi sebelumnya lancar, kali ini justru menyusahkan saya," kisah tertanggung atau pemegang Polis asuransi tersebut.

 Baca Juga: Bidik Medali Emas PON Aceh - Sumatera Utara, Tim Putra Kabaddi Bali Try Out ke Bangladesh

Sambil menunjukan Blangko tanda terima terdapat kop Bank Sinarmas yaitu penyetoran polis berjumlah ratusan juta yang ditandatangani Winda.

ODM menjelaskan, beberapa bulan mengikuti program tersebut, sebagai nasabah ia selalu berkomunikasi dengan pihak Bank Sinarmas Kantor Cabang Tabanan.

Sayangnya, belum juga satu tahun, jangankan bunga, nasib uang modal milik wanita sapaan ODM tidak mencapai Rp 200 juta raib begitu saja.

 Baca Juga: Bidik Medali Emas PON Aceh - Sumatera Utara, Tim Putra Kabaddi Bali Try Out ke Bangladesh

Ini diketahui berdasarkan informasi, bahwa Winda terlibat kasus tipu beberapa nasabah dengan total kerugian miliaran rupiah. 

“Sangat disayangkan lagi, penyetoran uang ratusan juta 14 Mei 2023 hingga detik ini, Sinarmas Tabanan maupun Sinarmas Denpasar, tidak ada itikad baik,” sesalnya.

Informasi ini disampaikan juga oleh Kacab Sinarmas Renon, Denpasar bernama Lia Anggraini, kurang lebih dua bulan setelah ODM lakukan transaksi dan resmi menjadi anggota Asuransi.

Menurut wanita sapaan Lia mengkonfirmasi dan bertanya apakah ada penempatan tidak dengan Winda? Sang nasabah langsung merespons bahwa, penempatan waktu lalu sudah lolos alias lewat atau selesai.

 Baca Juga: Astungjkatra, Hasil Survei Konsumen, Ekonomi Tahun ini Kian Menguat

Namun masih satu program yang sedang berjalan yakni Asuransi Simas Jiwa. Kemudian lembaran Polis dikeluarkan dari kantor Jakarta dan ditandatangani pimpinan pusat diatas materai 10000 itu, di foto kemudian kirim ke Lia sebagai bukti.

Lalu direspons bahwa program tersebut tidak ada. Sebab ada beberapa nasabah mengaku sebagai korban, dan mengalami kerugian mencapai miliaran.

"Kami tahu ada korban lain dengan total kerugian miliaran ini dari Lia," bebernya pula.

Dia lantas memperdengarkan rekaman pembicaraan dalam sambungan telepon dan bukti chat dengan Lia, kepada awak media.

"Saya jawab lagi, bahwa surat dan dokumen menyangkut program ini, utuh masih berada ditangan," tambahnya.

 Baca Juga: Astungjkatra, Hasil Survei Konsumen, Ekonomi Tahun ini Kian Menguat

Dalam bukti Chat, Lia membenarkan bahwa Winda merupakan Kepala Cabang pembantu Bank Sinarmas Tabanan walaupun sudah sejak lama absen.

"Winda belum dikeluarkan karena Bank Sinarmas akan meminta pertanggungjawaban, baik kepada yang bersangkutan maupun keluarga," kisah Lia dalam Chat.

Dengan adanya keluhan dari OMD, Lia menegaskan, bahwa walaupun berstatus pimpinan Cabang Renon, Denpasar, yang merupakan atasan dari Winda sebagai pimpinan Bank Sinarmas Cabang pembantu Tabanan, tidak bisa mengambil keputusan penggantian uang.

Baca Juga: Bidik Medali Emas PON Aceh - Sumatera Utara, Tim Putra Kabaddi Bali Try Out ke Bangladesh

Alasannya, kerugian nasabah di atas dari Rp 500 juta yakni Miliaran rupiah. "Karena total kerugian Miliaran, masalah ini ditangani oleh pusat," begitu dikutip dari pernyataan Lia.

"Saya loh alami kerugian dibawah dari Rp 200 juta, Lia tidak bisa ambil keputusan. Bahkan sejauh ini, pihak Sinarmas pusat dan mengkonfirmasi. Ya, tidak ada itikad baik dan tak kunjung ada ganti rugi, nasabah segera mengambil langkah hukum," terang  korban.

Untuk diketahui, kasus serupa sempat terjadi di salah satu bank plat merah dan beberapa bank swasta lain ada di Bali.

Walaupun karena ulah oknum, namun dapat dipertanggungjawabkan jawabkan. Beda dengan Bank yang satu ini (Sinarmas), terkesan berbelit-belit, bahkan masa bodoh, hingga tidak ada kejelasan menyangkut nasib uang nasabah sendiri.

Dikonfirmasi terkait masalah tersebut, dua karyawan Bank mengaku bernama Fiji dan Wulan anya enggan berspekulasi lebih jauh. Berdalih, pimpinan tidak ada ditempat.

Karena itu, beberapa pertanyaan dicatat. Menyangkut jawaban, akan diberitahu setelah berkoordinasi dengan pimpinan. Karena itu, jawaban nantinya akan diberikan, tentun melalui nomor  wartawan yang telah dicatat oleh salah satu dari keduanya.

"Jawaban dari manajemen akan kami sampaikan melalui nomor telepon wartawan," cetus Wulan, saat ditemui di Kantor Sinarmas Cabang Denpasar, beralamat di Jalan  Tantular No. 8, Renon, Dentim.

Senada disampaikan Lia Angarini selaku Kepala Cabang Bank Sinarmas Renon ketika dikonfirmasi via pesan WhatsAPp, bahwa menyangkut dugaan penipuan penggelapan uang nasabah ini, Lia Angarini terkesan lempar tanggung jawab.

"Saya lagi di luar, masi ketemu nasabah. Dan saya memang jarang masuk kantor. Silahkan kirim pertanyaan, nanti saya koordinasikan semuanya ke pusat," kisah Lia.

Lagi ditegaskan, dirinya tidak memiliki hak menjawab pertanyaan, karena nantinya akan dijawab dari corporate secretary. "Saya segera kabari setelah mendapatkan jawaban, karena pertanyaan-pertanyaan ini sudah saya teruskan ke pusat," tambahnya.

Sementara itu, Winda Setiawan Handoko selaku Kepala Cabang pembantu Tabanan enggan merespon konfirmasi, setelah mengetahui yang menghubunginya adalah wartawan.

Lalu menyangkut masalah ini, pihak Sinarmas, baik Lia Anggraini selaku Kepala Cabang maupun dua karyawan, belum juga memberikan konfirmasi, hingga, Selasa (21/5/2024).***

Editor : M.Ridwan
#asuransi #modus operandi #nasabah #bank sinarmas #penggelapan