DENPASAR, Radarbali.id-Sejumlah pelaku usaha UMKM dari kaum perempuan dan juga founder startup perempuan yang bisnisnya berbasis teknologi di Bali berkumpul dalam acara She Hacks Indosat 2024. Acara itu dimulai pada Rabu (3/7) di Kampus UID Bali, Pulau Serangan, Denpasar Selatan.
Steve Saerang selaku SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Indonesia, termasuk Bali melalui teknologi. “Program ini bertujuan menutup kesenjangan gender dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” katanya pada kesempatan itu.
Dalam acara itu, sejumlah wanita founder startup akan berlomba untuk menjadi 10 yang terbaik. Selain itu, para peserta akan mendapatkan akses ke jaringan profesional yang luas, mentoring, peluang kemitraan dengan sektor pemerintah dan swasta. “Tahun ini kami juga bekerja sama dengan Australian Government untuk melakukan perjalanan belajar ke Australia bagi 5 startup terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, pulau Bali menjadi salah satu tempat yang memiliki inkubator yang berfokus kepada perempuan dalam membangun bisnis dan startup. Sehingga fokus kepada perempuan di Bali untuk kegiatan ini juga cukup tinggi. “Bali menjadi salah satu kota yang disinggahi karena memiliki inkubator yang fokus kepada perempuan dalam membangun bisnis,” sambungnya.
Lanjut dia, di pulau Bali perempuan lebih memiliki peluang yang besar untuk membangun bisnis dan memulai menjadi founder startup. Di mana di pulau ini kaum wanita diberi kesempatan yang besar atau jalan tol, sehingga kaum perempuan bisa mendapatkan jalan lebih mudah untuk membangun UMKM atau startup.
Baca Juga: Telkomsel Perkuat Fundamental Startup Digital di Tanah Air Melalui Nextdev 2022 di Denpasar
Sementara itu, salah satu startup yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Sidewi. Itu merupakan sistem elektronik dalam mengatasi data dalam beternak sapi di Bali di mana dalam aplikasi itu, masyarakat bisa mencatat terkait pertumbuhan sapi, perkembangbiakan, vaksinasi dan lainnya tentang beternak sapi. ***
Editor : Made Dwija Putera