Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mantap! Kerajinan Souvenir dan Pernak Pernik Bahan Besi dari Bali Tembus Pasar Eropa

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 11 Juli 2024 | 16:10 WIB

 

TEMBUS PASAR EROPA: Made Agus Semadhi bersama beberapa kmhasil kerajinannya
TEMBUS PASAR EROPA: Made Agus Semadhi bersama beberapa kmhasil kerajinannya

DENPASAR, radarbali.id -Produk kerajinan berbahan besi, seperti pernak pernik, souvenir hingga hiasan dinding dari Bali menembus pasar Eropa. Salah satunya produk UMKM milik Warna Warni dari Tabanan, milik Made Agus Semadhi.

Produknya pernah pernik, souvenir hingga Hiasan dinding dari bahan besi plat miliknya dipasarkan di beberapa negara Eropa seperti Italia, Perancis hingga Jerman. Untuk bisa menembus pasar Eropa, dirinya memulai usaha dengan jatuh bangun.

Bermula sekitar tahun 1980-an silam, saat masih menginjak bangku SMA, Agus Semadhi bekerja di salah satu perusaha  perajinan besi asal Tabanan. Setelah bekerja beberapa tahun dan memiliki bekas yang cukup, dia kemudian memilih untuk keluar dari tempat kerja tersebut. 

 Baca Juga: Pelatda Bali Menuju PON Aceh - Sumatera Utara, KONI Bali Ambil Alih Karena Target ini

Agus mulai usahanya sendiri, dari usaha kecil-kecilan. "Sekitar tahun 1994, saya keluar dsri perusahaan itu dan memulai usaha sendiri setelah tamat SMA," katanya di Denpasar, Rabu (10/7). Beberapa tahun menjalani usaha sendiri, Agus mulai mengembangkan jaringan pasarnya. 

Dia memulai dari menjual pernak pernik bikinan sendiri di Bali. Sasarannya tentu saja adalah turis mancanegara dan warga lokal yang suka dengan karyanya.

Untuk warga lokal, biasanya menyukai pernak-pernik untuk hiasan dinding dan ruangan kantoran. Mereka biasanya memesan kerajinan bentuk bunga. 

Sedangkan untuk pasar turis asing, biasanya lebih menyukai souvenir dan pernak-pernik yang biasanya dibeli untuk oleh-oleh agar bisa dibawa pulang ke negaranya.

Beberapa tahun berjalan, usahanya mulai berkembang. Dia mulai membuka toko souvenir di Ubud, Gianyar, hingga akhirnya jaringan pasar ke Eropa mulai terbuka lebar.

"Eksportnya mulai sekitar tahun 1998. Yang diekspor souvenir seperti tempat lilin, pernak pernik kupu-kupu dan hiasan dinding. Peminatnya lebih banyak di Italia, Perancis dan Jerman," ungkapnya lagi. Usaha kerajinannya kini terus diperluas.

Dari jumlah karyawan yang awalnya hanya beberapa orang saja, kini jumlah karyawan yang dia pekerjakan mencapai 25 orang.

Menurutnya, kerajinan ini sejatinya merupakan kerajinan tangan khas Tabanan sejak dulu. Kini, dia mulai menyesuaikan bentuk dan karakter sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai perkembangan minat pasar.***

"Kami kembangkan sesuai perkembangan jaman untuk style. Dalam setahun, lumayan banyak (eksport), karena kami punya banyak tamu langganan," tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#radar bali #umkm #tabanan #produk kerajinan #besi