Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kelangkaan Stok Barang dan Sembako Picu Ekses Panic Buying di Tengah Krisis Ekonomi

Dianisa Damayanti • Jumat, 26 September 2025 | 12:28 WIB
Ilustrasi panic buying ketika terjadi kelangkaan stok barang di pasaran
Ilustrasi panic buying ketika terjadi kelangkaan stok barang di pasaran

JAKARTA, radarbali.jawapos.com – Kelangkaan sejumlah barang kebutuhan pokok membuat masyarakat berbondong-bondong membeli dalam jumlah besar, jauh melampaui kebutuhan sehari-hari.

Perilaku ini lahir dari rasa takut kehilangan akses terhadap barang esensial.

Begitu melihat rak mulai kosong dirumah atau mendengar isu kelangkaan bahan pokok di media kadang membuat masyarakat langsung panik.

“Begitu dengar minyak goreng susah dicari, saya langsung beli beberapa liter sekaligus. Takut kalau besok-besok makin mahal,” ujar Rina, warga Jakarta Barat, saat ditemui di salah satu pusat perbelanjaan.

Barang yang sebenarnya masih tersedia jadi terlihat langka, harga naik secara tiba-tiba, dan kelompok masyarakat dengan daya beli rendah semakin kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Andi Prasetyo, menilai panic buying muncul karena kurangnya komunikasi yang jelas dari pihak berwenang.

“Masyarakat perlu diyakinkan bahwa stok aman. Tanpa informasi yang transparan, mereka memilih menimbun, dan itu justru memperburuk keadaan,” tegasnya.

Kini, menjaga keseimbangan distribusi dan memberi kepastian informasi menjadi langkah penting agar kelangkaan tidak lagi berubah menjadi kepanikan massal.***

Editor : M.Ridwan
#bahan kebutuhan pokok #krisis ekonmi #Stok Barang #panic bunying #radarbali