Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sinergi LPS, BI, dan Pemkab Buleleng, Gali Peluang dan Atasi Ketimpangan Ekonomi Bali Utara, Edukasi Keuangan di Undiksha

Tim Redaksi • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:16 WIB
KOLABORASI: Edukasi dan literasi keuangan di Undiksha Singaraja Kamis, 30 Oktober 2025
KOLABORASI: Edukasi dan literasi keuangan di Undiksha Singaraja Kamis, 30 Oktober 2025

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah II menggelar edukasi dan literasi keuangan yang dirangkai dengan diskusi strategis bertajuk, "Peluang dan Tantangan Pengembangan Bali Utara" di Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada Kamis (30/10/2025).

Acara ini mempertemukan 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat Buleleng dalam upaya memperkuat pemahaman sektor keuangan dan merumuskan strategi pengembangan wilayah.

Diskusi panel menghadirkan narasumber utama, Bambang S Hidayat (Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II), I Made Wirama Satria (Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan Kabupaten Buleleng), Muhamad Shiroth (Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali), dan Prof. Gede Adi Yuniarta (Dekan Fakultas Ekonomi Undiksha).

Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II, Bambang S Hidayat, menjelaskan bahwa kehadiran LPS merupakan respons strategis pascakrisis moneter 1997/1998 untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

Indikator Perbankan Bali (Data LPS)

Bank Umum

BPR

Jumlah Rekening (Jaminan Penuh)

9.689.717 (99,88%)

647.121 (99,97%)

Jumlah Rekening (Jaminan Sebagian)

11.388

204

Total Nominal Dana Nasabah

Rp191,2 Triliun (Peringkat ke-7 Nasional)

-

 

Rekapitulasi Likuidasi (2005-2024): LPS telah melikuidasi 142 bank (1 Bank Umum dan 141 BPR/BPRS). Sebanyak 10 BPR/BPRS di Bali telah dilikuidasi, menempatkan Bali di peringkat kelima nasional.

LPS mengidentifikasi enam sektor ekonomi di Bali yang maju/progresif (pemulihan lebih cepat, periode 2021-2024), yaitu: Pengadaan Listrik dan Gas, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Perusahaan, serta Jasa Lainnya.

Muhamad Shiroth dari Bank Indonesia (BI) menyoroti fakta bahwa meskipun ekonomi Bali tumbuh positif (2024: 5,48%), pertumbuhan tersebut sangat didominasi oleh pariwisata (share 67,38%) dan terkonsentrasi di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan).

I Made Wirama Satria memaparkan bahwa perekonomian Buleleng pada 2024 tumbuh 5,04% (YoY). Sektor dominan adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (20,40%), diikuti oleh Akmamin (17,08%) dan Perdagangan (12,14%).

Sementara itu, Prof. Gede Adi Yuniarta, Dekan Fakultas Ekonomi Undiksha, memberikan catatan kritis tantangan bagi pemerintah daerah. Ia menekankan perlunya strategi yang berfokus pada:

  1. Pariwisata Internasional: Jika ingin mengembangkan pariwisata internasional, Buleleng harus menciptakan destinasi yang cukup menarik agar wisatawan mau menginap, tidak hanya kunjungan singkat.
  2. Pengembangan Pertanian: Pengembangan pertanian unggulan harus hidup dari hulu ke hilir, dengan produk yang jelas, termasuk aspek penyimpanan dan pengemasan.
  3. Keadilan Sektoral: Pemerintah harus adil dalam memperhatikan semua sektor potensial, dengan mempertimbangkan keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, dan permintaan pasar dalam perumusan strategi.***
Editor : M.Ridwan
#lps #tantangan dan peluang #literasi keuangan #undiksha singaraja #bali utara