JIMBARAN, Radar Bali.id – Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif (ekraf) akan menjadi "mesin baru" penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun di Bali secara khusus.
Penetapan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekraf sebagai salah satu fokus utama pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Riefky saat menjadi pembicara kunci dalam acara prestisius Tren Maker Summit 2025 yang diselenggarakan oleh Katadata Indonesia, OMG Consulting, dan TrendWatching di Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Fokus pada Potensi Anak Muda dan 17 Subsektor
Riefky menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan 17 subsektor ekonomi kreatif dan 15 provinsi prioritas, di mana Provinsi Bali termasuk di dalamnya.
"Dan kita semua melihat bahwa ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kita juga melihat bagaimana potensi anak-anak muda Indonesia tidak hanya di kota-kota besar, namun tersebar ke berbagai daerah, bahkan daerah-daerah kepulauan itu potensinya luar biasa," jelas Riefky.
Ia menekankan bahwa potensi ini harus didukung penuh agar ekonomi kreatif benar-benar dapat menjadi the new engine of growth Indonesia.
Kolaborasi Pusat-Daerah dan Pengembangan IP Bali
Menteri Riefky juga mengungkapkan telah bertemu dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk membahas pengembangan ekraf di Pulau Dewata. Gubernur Koster, lanjutnya, memiliki visi untuk mengembangkan ekonomi kreatif seiring dengan perkembangan pariwisata berkualitas di Bali.
"Beliau juga ingin mengembangkan ekonomi kreatifnya semakin baik, dan kami siap berkolaborasi dan ingin mendukung kegiatan-kegiatan beliau, termasuk dalam membawa IP (Intellectual Property) Bali ke tingkat internasional," ujarnya.
Ekosistem Kondusif dan Kebutuhan Inovator
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menambahkan bahwa inovasi tidak muncul dengan sendirinya; ia membutuhkan ekosistem yang kondusif.
"Indonesia, khususnya di Bali, membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam bisnis, teknopreneur, dan digitalpreneur," sebut Sumarajaya.
Wadah Pertukaran Ide
Chief Operating Officer Katadata Indonesia, Ade Wahjudi, menutup acara dengan menyatakan bahwa Tren Maker Summit 2025 merupakan ruang bersama bagi para pemimpin bisnis, kreator, pembuat kebijakan, dan pemikir untuk bertukar ide dan menemukan peluang baru.
"Di sini kita merayakan mereka yang sudah memimpin inovasi, sambil mempersiapkan diri untuk kemungkinan baru di depan. Mari kita bekerja sama untuk memastikan bahwa inovasi Indonesia tidak hanya relevan hari ini, tetapi juga mendefinisikan tren di masa depan," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita