Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pertumbuhan Turis Lokal Geser Dominasi Wisman di Bali

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 2 Desember 2025 | 14:50 WIB
TERIMBAS KONLIK INTERNAL : Objek wisata Bukit Asah, Desa Adat Bugbug, Karangasem. (foto:ist)
TERIMBAS KONLIK INTERNAL : Objek wisata Bukit Asah, Desa Adat Bugbug, Karangasem. (foto:ist)

RADAR BALI - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat lonjakan signifikan dalam kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Pulau Dewata, yang kini secara volume jauh melampaui kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Meskipun Australia tetap menjadi penyumbang wisman terbesar, jumlah total turis yang mengunjungi Bali kini didominasi oleh pasar domestik.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Bali menerima 5.892.722 wisman, mencatatkan peningkatan sebesar 10,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan optimistis total kunjungan wisman akan mencapai sekitar 7 juta pada akhir 2025.

"Di Desember biasanya (jumlahnya) akan meningkat. Kalau misalnya kunjungannya sama juga dengan tahun sebelumnya ini bisa sampai 7 juta (kunjungan wisman)," kata Agus di Denpasar pada Senin (1/12).

Agus Hendrayana menyoroti bahwa kunjungan wisman masih memiliki pola fluktuasi bulanan.

Pada Oktober 2025, kunjungan wisman tercatat 594.853, angka ini menurun 6,34 persen dari bulan sebelumnya.

Meski demikian, jumlah tersebut masih lebih tinggi 6,24 persen dibandingkan Oktober tahun lalu.

Lima Besar Negara Asal Wisman (Oktober 2025)

Pada bulan Oktober 2025, negara asal wisman didominasi oleh:

Australia: 147.581 kunjungan

Tiongkok: 42.431 kunjungan

India: 41.130 kunjungan

Korea Selatan: 32.187 kunjungan

Prancis: 27.790 kunjungan

Berbeda dengan pola fluktuasi wisman, pasar domestik menunjukkan volume kunjungan yang jauh lebih stabil dan masif.

"Kalau yang wisatawan nusantara kan 2 juta per bulan, berarti sekitar 24 juta (proyeksi kunjungan setahun)," ungkap Agus.

Data kunjungan wisnus pada Oktober 2025 mencapai 2.147.680 kunjungan.

Angka tersebut meningkat sebesar 1,49 persen dari bulan sebelumnya dan melompat 17,76 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2024.

Peningkatan tajam wisnus ini menunjukkan bahwa fokus industri pariwisata Bali telah bergeser dan sangat bergantung pada wisatawan domestik sebagai tulang punggung pariwisata.

Wisatawan nusantara memilih Badung (567.607 kunjungan) dan Denpasar (437.286 kunjungan) sebagai destinasi favorit utama.

Secara keseluruhan, pertumbuhan wisnus yang mencapai hampir 18 persen dari tahun ke tahun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun wisman terus bertumbuh, percepatan pasar domestik adalah tren yang paling signifikan dalam pariwisata Bali saat ini.

Dampak Pada Hunian dan Pengeluaran

Dominasi volume wisnus dan pola kunjungan wisman memengaruhi Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di Bali.

Pada Oktober 2025, okupansi hotel berbintang di Bali tercatat sebesar 64,57 persen.

Angka ini mengalami penurunan musiman sebesar 3,60 poin dari September, namun masih lebih tinggi 0,20 poin dibandingkan Oktober tahun sebelumnya.

Sementara itu, okupansi hotel non-bintang berada di angka 43,95 persen.

Rata-rata lama menginap di Bali pada bulan tersebut adalah 2,94 malam untuk hotel berbintang, dan 2,58 malam untuk hotel non-bintang.

TPK dan lama menginap ini merupakan data gabungan dari tamu asing dan domestik.

Meskipun okupansi kamsr dipengaruhi oleh kedua pasar, dari segi pengeluaran, wisman memiliki nilai rata-rata per kunjungan yang jauh lebih tinggi.

Rata-rata pengeluaran wisman secara nasional pada tahun 2024 mencapai USD 1.391,85 per kunjungan.

Meski demikian, BPS menekankan bahwa volume kunjungan wisnus yang masif (proyeksi 24 juta per tahun) menciptakan perputaran ekonomi kolektif yang sangat besar.

Dengan berfokus pada akomodasi dan makanan/minuman, pasar domestik menjadi penopang stabilitas perekonomian pariwisata Bali, melengkapi kontribusi wisman yang bernilai tinggi.***

Editor : Ibnu Yunianto
#turis asing #bps #wisatawan lokal dan mancanegara #wayan koster #bali #bps bali