Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Rupiah Babak Belur, Kurs Dolar Tembus Rp 18 Ribu, tapi di Bali Peluang Dongkrak Kedatangan Wisman

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 4 Juni 2026 | 22:18 WIB
Ilustrasi melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS
Ilustrasi melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan setelah kurs dolar AS menembus angka Rp 18.000.

Lantas, bagaimana nasib perekonomian Indonesia, khususnya sektor pariwisata di Bali, akibat meroketnya mata uang asing tersebut?

​Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace, menyatakan,  penguatan dolar AS merupakan fenomena global yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik dunia.

​Menurutnya, lonjakan kurs dolar ini di satu sisi menguntungkan wisatawan mancanegara (wisman) karena dapat mendongkrak angka kunjungan ke Pulau Dewata.

​"Kalau dilihat dari sisi ekonomi, kenaikan kurs dolar menguntungkan wisatawan yang datang ke Bali karena daya beli mereka meningkat signifikan," ujar Mantan Wakil Gubernur Bali tersebut.

 Baca Juga: Peringati Bulan Bung Karno, Menolak Bungkam, Merawat Keadilan, BBHAR PDI Perjuangan Gelar Lomba Esai Nasional "Relevansi Indonesia Menggugat"

​Namun di sisi lain, Cok Ace menyebut kondisi ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh para pelaku usaha pariwisata.

Sebab, pendapatan hotel dan restoran tetap diterima dalam mata uang rupiah, sementara biaya operasional untuk beberapa komoditas impor justru membengkak.

"Kami menggunakan kurs dolar untuk beberapa barang yang harus diimpor," tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#rupiah melemah #Kurs 1 Dolar #nilai tukar rupiah