MANGUPURA, radarbali.jawapos.com — Mengawali pembukaan acara, Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Pompa Beton Jepang hadir memberikan sambutan mewakili 8 organisasi terkait, menyampaikan kata sambutan.
Dalam pidatonya, Sato menegaskan bahwa industri konstruksi di Jepang saat ini tengah menghadapi krisis kelangkaan tenaga kerja yang sangat serius.
Melalui pemaparan mengenai sistem visa Keterampilan Spesifik (Specified Skilled Worker/ SSW) serta kesempatan uji coba kerja di bidang konstruksi khusus, ia mengajak para peserta untuk memperdalam pemahaman mereka sekaligus menaruh harapan besar bagi generasi muda untuk berkarier di sektor konstruksi Jepang.
Asosiasi Spesialis Kontraktor Jepang sukses menggelar seminar & workshop "Coba Rasakan Pekerjaan Jepang" di Movenpick Jimbaran, Sabtu (6/6).
Sebanyak 79 peserta workshop dari 9 instansi pendidikan yang merupakan siswa dari SMKN 1 Denpasar, SMKN 3 Singaraja, SMKN 3 Tabanan, Politeknik Transportasi Darat Gianyar, SMKN Bali Mandara Singaraja, SMK PGRI Blahbatuh Gianyar, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi serta mahasiswa dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dan Universitas Panshopia Singaraja.
Asosiasi Spesialis Kontraktor, memulai seminar dengan materi surat izin tinggal Specified Skilled Worker (SSW) dalam sektor konstruksi Jepang yang telah dipergunakan oleh warga asing sejak April 2019.
Sejumlah keuntungan bekerja di industri konstruksi Jepang turut menjadi bahasan yang menarik, mulai dari tingginya standar gaji dibandingkan sektor lain, penerapan sistem keselamatan kerja yang ketat, hingga peluang pengembangan karier jangka menengah dan panjang.
Seminar ditutup dengan pengenalan 8 asosiasi yakni, Japan Reinforcement Contractors Association, Japan Pressure Welding Industry Association, Japan Formwork Contractors Association, Japan Concrete Pumping Association, Japan Painting Contractors Association, Federation of Japan Ports & Airports Construction Association, Japan 2x4 Home Builders dan Japan Association for Construction Human Resources.
Setelah pengenalan, peserta workshop sibuk mengunjungi masing-masing booth untuk memperoleh materi dilanjutkan dengan praktik didampingi perwakilan dari para asosiasi.
Materi workshop mulai dari Konstruksi Baja Tulangan, Sambungan Baja Tulangan, Konstruksi Bekisting, Pemompaan Beton, Pengecatan, Teknik Sipil Kelautan dan Pembangunan Rumah Kayu metode 2x4.
Seluruh peserta antusias mengikuti workshop mengenai sektor konstruksi Jepang. Para pemateri berharap peserta tertarik berkerja di Jepang yang kekurangan tenaga kerja.
Editor : Rosihan Anwar