DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pemerintah pusat terus memperkuat komitmennya dalam membentengi ekonomi keluarga prasejahtera melalui intervensi kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
Langkah strategis membantu Permodalan Nasional Mandiri (PNM) dan pemberdayaan super mikro ini menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar saat berdialog langsung dengan kelompok nasabah perempuan PNM Mekaar Kesiman I di Denpasar, Bali.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada keberlangsungan usaha kaum perempuan dan ibu rumah tangga, termasuk di Pulau Dewata.
"Selama 27 tahun berjalan, Permodalan Nasional Madani telah menjadi pendampingan pemberdayaan yang paling produktif yang menopang ekonomi keluarga," tandas Muhaimin Iskandar, usai berdialog dengan ibu-ibu nasabah Mekaar PNM Kesiman 1 Denpasar Timur (9/7/2026).
Menopang Kemandirian Perempuan
Bantuan permodalan Mekaar dinilai sebagai langkah krusial mengingat masifnya kontribusi perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi akar rumput di Bali.
Hingga saat ini, PNM telah merangkul sekitar 59 ribu nasabah Mekaar di Bali dengan total penyaluran pembiayaan yang menyentuh angka Rp260 miliar.
Pemerintah optimistis bahwa dengan bunga yang jauh lebih ringan, ruang gerak ekonomi ibu rumah tangga akan semakin luas. Hal ini diakui oleh Ni Kadek Artini, Ketua Kelompok PNM Mekaar Kesiman I.
Empat tahun menjadi nasabah pendampingan telah membuatnya mampu mengakses modal hingga Rp7 juta untuk membesarkan usaha gorengannya hingga sukses menyekolahkan anak-anaknya.
"Dari hasil usaha ini saya bisa membantu menyekolahkan anak-anak. Jika bunganya nanti semakin ringan dan pembayarannya tetap seminggu sekali, tentu ini akan sangat luar biasa membantu kami," tutur Artini.
Sinergi Modal dan Pemberdayaan Mindset
Rencana penurunan bunga dari pemerintah ini juga dipersiapkan matang agar berjalan beriringan dengan program penguatan kapasitas usaha. Pemerintah lewat PT PNM (Persero) tidak hanya hadir memberikan stimulus finansial, melainkan juga bertindak sebagai agent of empowerment.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Merphino Soelaksmono, menjelaskan bahwa pendampingan literasi keuangan terus diperkuat sejalan dengan upaya penurunan bunga oleh pemerintah.
Sinergi ini terbukti efektif di Bali, di mana tingkat gagal bayar (NPL) tergolong sangat kecil berkat kedisiplinan sistem pembayaran mingguan dan kuatnya tradisi gotong royong melalui sistem tanggung renteng antar-nasabah perempuan.
Melihat tanggung jawab dan komitmen luar biasa dari ibu-ibu di Bali, Menko PM Muhaimin Iskandar mengaku terharu sekaligus optimis bahwa intervensi penurunan bunga yang sedang diperjuangkan pemerintah akan menjadi modal utama dalam melahirkan keluarga-keluarga mandiri yang berdaya secara ekonomi.
Hebohnya, saat berdialog secara lesehan bersama ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, Cak Imin membuat kuis dengan hadiah Motor Listrik dan memberi insentif dana kepada semua anggota yang berjumlah 26 ibu-ibu rumah tangga.***
Editor : M.Ridwan