TABANAN, Radar Bali.id – Kinerja penerimaan daerah Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif. Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga bulan Juli pada semester 1 tahun 2026 telah menembus Rp 331,97 miliar.
Ini sebesar 35,80 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 927,17 miliar.
Capaian ini menjadi indikator menguatnya kapasitas fiskal daerah sekaligus mencerminkan bergairahnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor di Kabupaten Tabanan.
Penyumbang terbesar PAD masih didominasi sektor pajak daerah yang menyumbang Rp 216,13 miliar atau 48,51 persen dari target. Tingginya realisasi ini membuktikan makin baiknya kepatuhan wajib pajak serta tumbuhnya aktivitas dunia usaha.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Kendaraan Masih Tinggi, Samsat Buleleng Terjunkan Staf TU Berburu Data
Menariknya, sejumlah jenis pajak daerah bahkan telah melampaui target yang ditetapkan. Di antaranya pajak diskotik, karaoke, bar, spa, pajak olahraga dan kebugaran, pajak penyelenggaraan kesenian, hingga pajak vila dan pondok wisata.
Kepala Bakeuda Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Mariati menyatakan, raihan pada semester pertama tahun 2026 ini memberikan optimisme tinggi bagi pemerintah daerah untuk menuntaskan target hingga akhir tahun.
”Realisasi PAD hingga pertengahan tahun ini memberikan gambaran bahwa kinerja pendapatan daerah berada pada jalur yang positif,” ujat Mariati pada Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan, capaian ini akan menjadi acuan bagi Bakeuda untuk terus memperkuat pengelolaan pendapatan melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD, peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak, serta memperkuat sinergi antarperangkat daerah.
Dengan dukungan kolaborasi dari pelaku usaha dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, pihak Pemkab Tabanan optimistis target akhir tahun dapat terealisasi secara maksimal.
”Kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat direalisasikan secara optimal,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali