Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sarana Dewata Ingin Go Clean Our River Terus Berkelanjutan

Donny Tabelak • Jumat, 23 Agustus 2019 | 21:15 WIB
sarana-dewata-ingin-go-clean-our-river-terus-berkelanjutan
sarana-dewata-ingin-go-clean-our-river-terus-berkelanjutan

DENPASAR – Even Go Clean Our River 2019 radarbali.id, mendapat sokongan pula dari Sarana Dewata, usaha yang bergerak di bidang penyewaan keperluan panggung aven dan acara-acara.


Owner Sarana Dewata Group, H. Rully Soripada dan Dewi Sinaryati, menegaskan komitmennya terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.


Menurutnya, sebagai semua warga mesti punya kesadaran yang muncul dari nurani terhadap lingkungannya sendiri.


Bukan hanya di sungai, di laut dan daratan, tapi juga di lingkungannya sendiri. Salah satunya kata dia, agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.


Dikatakan, sifat sampah sama. “Baik sampah plastik maupun organik, tetaplah sampah yang berpotensi menjadi bahan pengotor yang jika dibiarkan akan memengaruhi kualitas kesehatan,” tandas H. Rully Soripada.


Hanya bedanya kata dia, sampah organik bisa diurai oleh mikro organisme, sedang sampah plastik tak dapat terurai.


“Citra pariwisata Bali bisa terganggu, jika kita selalu disuguhi sampah, maka siapa yang mau peduli jika bukan muncul dari kesadaran kita sendiri tentang pentingnya bersih lingkungan,” tandas Rully.


Karena itu tegasnya, program semacam ini harus dilakukan  secara berkelanjutan dan melibatkan stakeholder lebih luas.


Sang istri, Dewi Sinaryati menambahkan, komitmen mengurangi sampah plastik sudah dimulai dari lingkungan kerjanya sendiri.


“Misalnya mulai dari mengajak karyawan tidak membawa kantong plastik dan menyediakan minuman air galon di kantor,


termasuk tumbler dan botol minuman isi ulang. Jadi bukan membawa botol air minum yang kemudian botolnya menjadi sampah,” ungkap Dewi Sinaryati.


Selain itu lanjutnya, agar program pemerintah Provinsi Bali tentang pengurangan timbunan sampah plastik, pihak produsen juga mestinya semakin peduli dengan mengeluarkan produk ramah lingkungan.


“Jadi tanggung jawab bersama, baik warga, pengusaha dan produsen berkemasan plastik sekali pakai. Itu penting agar program pengurangan


sampah plastik berhasil. Selain itu program bersih-bersih ini harus dilakukan berkesinambungan,” pungkas Dewi Sinaryati. 

Editor : Donny Tabelak
#radar bali