Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita di Balik Tari Pendet Sambut Pemimpin G20 (1):Bergantian, Biar Tak Capek

Hari Puspita • Selasa, 15 November 2022 | 21:09 WIB
SENANG : Wajah Presiden AS, Joe Biden tampak berseri saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai disambut dengan Tari Pendet. Foto Media Center G20 Indonesia. (foto : istimewa)
SENANG : Wajah Presiden AS, Joe Biden tampak berseri saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai disambut dengan Tari Pendet. Foto Media Center G20 Indonesia. (foto : istimewa)
Penyambutan Kepala Negara dan para delegasi KTT G20 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menampilkan Tari Pendet ini perlu stamina khusus. Ada sembilan sanggar di seluruh Bali yang harus persiapan melakukan seremonial penyambutan itu.

PENYAMBUTAN ini dimaksudkan untuk menunjukkan keramahtamahan Bali serta menunjukkan seni budaya yang dimiliki Bali. Ini sebagai kesan pertama.  Dan, itu penting dalam khasanah diplomasi internasional.

Selain para penari yang begitu bangga dan juga antusias, para Kepala Negara maupun delegasi juga ikut semringah menikmati sajian Tari Pendet tersebut.

Sambutan Tari Pendet juga dirasakan para kepala negara dan pemimpin delegasi yang datang ke KTT G20 di Bali, pada 15-16 November 2022.  Berhias nampan cekung atau bokor penuh bunga berhias janur di tangan kanan, rambut panjang disasak dengan diberi hiasan bunga dan mahkota, dan balutan kain tradisional Bali dengan paduan warna yang menyiratkan keanggunan, tarian itu kerap disajikan sebagai sambutan bagi tetamu yang berkunjung ke Pulau Dewata.  Begitu para kepala negara dan juga para delegasi turun dari pesawat para penari langsung menyambut dengan tarian Pendet.

Penyambutan dengan tari pendet telah disiapkan secara khusus oleh Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan (Disbud Bali).  Para penari Pendet tersebut berasal dari 9 sanggar di seluruh Bali. Termasuk di  antaranya Sanggar Lokananta, Sanggar Kalingga, Sanggar Bungan Dedari, Sanggar Seni Kokar Bali hingga Sanggar Usadhi Langu.

Selain itu juga didukung oleh dua komunitas tabuh. Satu sanggar itu terdiri dari 22 penari yang secara bergantian mendapat kesempatan menyambut tamu kenegaraan. Penyambutan  dimulai dari 12-15 November 2022.

Pada 12 November hanya dilakukan satu penyambutan. Kemudian di tanggal 13 November dilakukan 9 penyambutan, dan paling banyak itu pada tanggal 14 November 2022 ada 29 kali penyambutan presiden atau delegasi setingkat presiden di Bandara Ngurah Rai. sementara untuk tanggal 15 November ada 4 penyambutan.

I Ketut Darya,  selaku Ketua Sanggar Seni Kokar Bali yang ikut terlibat dalam penyambutan kepala negara dan delegasi KTT G20 ini mengakui bahwa Sanggarnya menurunkan 22 orang penari dan tiga pembina.

Jadi total yang terlibat sebanyak 25 orang. Begitu juga sanggar lainnya juga hampir sama. Kecuali penyambutan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China, Xi Jinping, Sanggar Seni Kokar Bali menambah satu barungan baleganjur. Penyambutan Xi Jinping dilakukan pada Senin (14/11/2022) sekitar pukul 15.00. “Jadi total sanggar kami yang terlibat dalam penyambutan ini ada 25 orang,” jelas Darya, Senin (14/11/2022).

Sejauh ini dia juga tidak mengalami kendala apa pun. Karena telah melakukan persiapan sudah dari dua minggu lalu. Begitu juga pada saat gladi bersih juga tidak ada masalah.

“Kalau menari tidak masalah. Jangka waktu tarian tidak panjang hanya menyambut turunnya presiden dari pesawat. Termasuk geladi bersih tidak ada kendala,” bebernya. (made dwija putra/radar bali) Editor : Hari Puspita
#ktt g20 #presidensi g20 #Penyambutan Kepala Negara G20 #tari pendet #g20