Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tradisi Gebogan di DTW Ulun Danu Beratan : Kekhasannya Kini Diandalkan Jelang Akhir Tahun

Hari Puspita • Jumat, 16 Desember 2022 | 22:05 WIB
JADI ANDALAN DANU BERATAN : Pamedek saat menggelar gebogan di DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul Baturiti Tabanan. (foto: humas DTW Ulun Danu Beratan Tabanan for Radar Bali)
JADI ANDALAN DANU BERATAN : Pamedek saat menggelar gebogan di DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul Baturiti Tabanan. (foto: humas DTW Ulun Danu Beratan Tabanan for Radar Bali)
Mulai memulihnya kondisi pariwisata di Bali membuat Manajemen DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul Baturiti Tabanan menggelar kembali tradisi gebogan. Ini dihelat terkait rangkaian upacara Pujawali di Pura Ulun Danu Beratan yang akan berlangsung mulai 15 sampai 23 Desember mendatang.  

TRADISI  gebogan merupakan sesaji yang biasanya terdiri dari kumpulan buah-buahan, jajan atau bunga yang disusun rapi diatas sebuah dulang. Selanjutnya dibawa oleh oleh ibu-ibu menuju pura sebagai bentuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa saat upacara di Pura.

Humas DTW Ulun Danu Beratan Made Sukarata menyebut tradisi gebogan ini kembali dilakukan setelah sempat dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19.

Tradisi gebogan sejatinya rangkaian upacara Pujawali di Pura Ulun Danu Beratan, namun pihaknya kemas kembali sebagai parade gebogan.

“Coba kami kemas menarik, agar dapat juga mendongkrak kunjungan wisata di objek wisata DTW Ulun Danu Beratan menjelang akhir tahun,” ungkap Sukarata dihubungi, Kamis (15/12/2022).

Parade gebogan ini dilaksanakan bakal melibatkan 12 desa adat, enam kelian desa wilayah Baturiti dan dua pengayah panebaya Marga. Karena itu merupakan bagian pengempon Pura Ulun Danu Beratan.

“Setiap desa adat membawa 21 gebogan saat parade ini. Dengan mengirimkan 28 peserta yang nantinya diiringi oleh baleganjur,” ucapnya.

Desa adat yang mengikuti tradisi gebogan ini mendapat uang pembinaan dari manajemen DTW Ulun Danu Beratan sebesar Rp 20 juta.

Made Sukarata menambahkan, meski kembali digelar parade gebogan ini. Namun terdapat perbedaan dari parade gebogan kali ini. Dulu gebogan hanya dapat dilihat saat festival Ulun Danu Beratan. Sekarang bisa dilihat oleh wisatawan serangkaian pelaksanaan upacara Pujawali Ulun Danu Beratan.

“Gebogan ini sebelum dipakai di pura harus diparadekan dulu dua kali mengelilingi areal didalam objek wisata Ulun Danu Beratan. Baru kemudian dibawa ke pelinggihan pura utama,” pungkasnya. [juliadi/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#Ulun Danu Beratan Tabanan #tradisi gebogan #Ulun Danu Beratan