PARA buruh angkut di sekitar Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit langsung mendatangi balai lelang ikan, begitu mendengar polisi akan menggelar Jumat Curhat. Mereka ingin mengeluhkan masalah yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Yakni tersendatnya kedatangan kapal-kapal barang dari Madura.
Selama bertahun-tahun PPI Sangsit jadi rujukan bagi kapal-kapal barang dari Pulau Sapeken dan Kangean di wilayah timur Kabupaten Sumenep. Secara administratif, wilayah itu masuk Provinsi Timur, tepatnya di sebelah timur Pulau Madura. Namun secara geografis kedua pulau tersebut lebih dekat dengan Bali.
Beberapa bulan terakhir, kapal-kapal barang dari Sapeken semakin jarang berlabuh di PPI Sangsit. Penyebabnya kapal-kapal itu dilarang memuat orang. Padahal selama ini kapal barang itu jadi alternatif warga menuju Buleleng untuk mendapatkan akses pendidikan maupun akses layanan kesehatan yang lebih komprehensif.
Sejak saat itu, aktivitas di PPI Sangsit jadi sepi. Kapal-kapal menghindar berlabuh di Sangsit. Gantinya kapal mencari pelabuhan-pelabuhan rakyat yang minim pengawasan. Di mata warga, kedatangan kapal itu sangat membantu perekonomian setempat.
Salah seorang warga, Sakiran menuturkan, kapal-kapal yang berlabuh di PPI sangat membantu warga. Sebab aktivitas buruh angkut berjalan, warung juga ramai pembeli. Sejak kapal menghindari PPI Sangsit, aktivitas jadi lesu.
“Bantu kami pak, agar kapal-kapal barang berlabuh kembali di PPI Sangsit, berikan kelonggaran serta kebijaksanaan,” ujarnya.
Mendengar keluhan tersebut, Kabag Perencanaan Polres Buleleng, Kompol I Made Sudarsana mengatakan, sesuai regulasi kapal barang dilarang mengangkut penumpang. Kapal itu hanya diizinkan mengangkut ABK. Kalau toh ada penumpang yang diangkut, biasanya dalam kondisi darurat. Menurutnya pemerintah telah menyiapkan kapal penumpang perintis yang rutin berlayar dari Pelabuhan Celukanbawang.
Terhadap keluhan tersebut, Sudarsana mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Terutama Syahbandar yang punya kewenangan terkait pelayaran kapal.
“Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait. Minimal supaya kapal barang bisa berlabuh lebih banyak di PPI Sangsit,” ujarnya. (Eka Prasetya) Editor : Donny Tabelak