Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liku-Liku Menjaga Keberadaan Hutan Mangrove Bali(1):Dari Rayuan Pembangunan Strategis hingga Sampah Plastik

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 30 Juli 2023 | 00:05 WIB
DALAM ANCAMAN : Kondisi hutan mangrove Bali yang selalu jadi incaran investor.
DALAM ANCAMAN : Kondisi hutan mangrove Bali yang selalu jadi incaran investor.

Tak mudah menjaga keselamatan hutan di Pulau Wisata Dunia seperti Bali. Setiap saat selalu diwarnai  ancaman alih fungsi lahan. Di Bali saat ini luas lahan berpotensi ditanami mangrove sekitar 3.000 hektare. Sedangkan di Taman Hutan Ngurah Rai saat ini luasnya 1.300 hektare.

KONDISI lapangan ini disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, I Made Teja saat ditemui di Mangrove Festival di Hutan Mangrove Jalan By Pass Ngurah Rai, Jumat (28/7/2023). 

"Kami ingin menambah tutupan lahan  dari sisi mangrove dengan  program pengembangan beberapa wilayah yakni  3.000 hektare   bisa dilaksanakan secara bertahap. Karena lahan tidak semua lahan pemerintah ada lahan yang sudah dikerjasamakan dekat dengan pantai. Kami fokus di  lahan sudah tumbuh dikembangkan," jelas I Made Teja. 

Dalam hutan mangrove  ada 33 jenis tanaman  di antaranya 17 jenis asli dan ada juga jenis langka.Teja mengatakan hutan mangrove harus dijaga sebagai penjaga pantai terutama dari ancaman abrasi.

Seperti diketahui di beberapa pantai di Bali sudah terjadi abrasi. Oleh karena itu  itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga hutan mangrove. 

Dikatakan bahwa pemerintah juga terus berupaya hutan terbebas dari sampah  plastik. Saat ini telah diterapkan kebijakan pengolahan sampah dari sumber, tapi diakuinya tidak mungkin seratus persen bebas dari sampah  semasih ada manusia pasti selalu ada sampah.  

"Kalau sampah semasih manusia ada, sekarang mau dikurangi berbagai kebijakan pengolahan sampah di sumber program yang sudah berjalan  dua sampai tiga tahun belum selesai. kolaborasi masyarakat sangat diperlukan," tandasnya. [*] 

Editor : Hari Puspita
#lingkungan #penghijauan #mangrove