Tak mudah menjaga keselamatan hutan di Pulau Wisata Dunia seperti Bali. Setiap saat selalu diwarnai ancaman alih fungsi lahan. Di Bali saat ini luas lahan berpotensi ditanami mangrove sekitar 3.000 hektare. Sedangkan di Taman Hutan Ngurah Rai saat ini luasnya 1.300 hektare.
KONDISI lapangan ini disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, I Made Teja saat ditemui di Mangrove Festival di Hutan Mangrove Jalan By Pass Ngurah Rai, Jumat (28/7/2023).
"Kami ingin menambah tutupan lahan dari sisi mangrove dengan program pengembangan beberapa wilayah yakni 3.000 hektare bisa dilaksanakan secara bertahap. Karena lahan tidak semua lahan pemerintah ada lahan yang sudah dikerjasamakan dekat dengan pantai. Kami fokus di lahan sudah tumbuh dikembangkan," jelas I Made Teja.
Dalam hutan mangrove ada 33 jenis tanaman di antaranya 17 jenis asli dan ada juga jenis langka.Teja mengatakan hutan mangrove harus dijaga sebagai penjaga pantai terutama dari ancaman abrasi.
Seperti diketahui di beberapa pantai di Bali sudah terjadi abrasi. Oleh karena itu itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga hutan mangrove.
Dikatakan bahwa pemerintah juga terus berupaya hutan terbebas dari sampah plastik. Saat ini telah diterapkan kebijakan pengolahan sampah dari sumber, tapi diakuinya tidak mungkin seratus persen bebas dari sampah semasih ada manusia pasti selalu ada sampah.
"Kalau sampah semasih manusia ada, sekarang mau dikurangi berbagai kebijakan pengolahan sampah di sumber program yang sudah berjalan dua sampai tiga tahun belum selesai. kolaborasi masyarakat sangat diperlukan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita