Ini memang acara yang seru. Krama Banjar Adat Bongan, Desa Bongan, Tabanan, punya tradisi Mesuryak, saat Rahinan Kuningan dengan membagikan duit.
MEREKA, warga yang tampak gembira terlihat bersemangat. Sekitar pukul 09.00 Wita mulai anak-anak, teruna-teruni Desa Adat Bongan Tabanan hingga orang tua telah berkumpul di jalanan desa.
Mereka yang mengenakan pakaian adat sudah bersiap menunggu tradisi Mesuryak digelar, Sabtu kemarin (9/3/2024).
Sebelum tradisi Mesuryak dilaksanakan terlebih Krama Desa Adat Bongan dari masing-masing kepala keluarga yang memiliki Sanggah Merajan) Gede mengawalinya dengan melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem masing-masing.
Baru kemudian melaksanakan persembahyangan di depan jalan desa atau tepatnya di depan pintu gang atau rumah mereka (Kori) yang menjadi lokasi tradisi Mesuryak digelar. Persembahyangan dipimpin langsung oleh pemangku desa setempat.
Setelah selesai melaksanakan persembahyangan barulah tradisi mesuryak digelar. Dari anak-anak, teruna-teruni Desa Adat Bongan Tabanan hingga orang tua telah tampak antusias berebut uang yang dilemparkan ke atas udara.
Pecahan uang yang dilemparkan ke atas udara tersebut. Mulai dar pecahan dua ribuan, lima ribuan, hingga lima puluhan ribuan. Bahkan saat berebut uang, ada warga yang sandalnya sampai terputus.
Yang menarik dari tradisi Mesuryak yang selalu digelar saat Rahinan Kuningan. Tradisi itu bukan hanya dinikmati oleh warga Desa Adat Bongan saja.
Melainkan menjadi tonton wisatawan mancanegara yang memang sengaja datang ke Desa Adat Bongan untuk melihat tradisi tersebut.
Salah satunya Aldert, 70 wisatawan mancanegara asal Belanda. Ia mengaku sejak pukul 08.00 Wita sudah datang di lokasi Desa Adat Bongan bersama empat temannya.
Menurut Aldert, mengetahui tradisi mesuryak dari salah satu pegawai hotel yang ada di Desa Adat Bongan yang juga rekannya.
“Tradisinya sangat spesial dan bagus, ramai orang datang menyaksikan,” ucap Aldert.
Ia juga mengaku, sebenarnya sudah lama ingin menyaksikan tradisi ini, namun karena terbentur dengan Covid-19, akhir baru bisa menonton.
“Jadi kebetulan pas liburan bulan Maret ini dan akhirnya bisa melihat,” ungkapnya.
Sementara itu Kelian Adat Banjar Bongan Gede, Komang Suparman menyatakan tradisi Mesuryak tahun ini. Pasalnya semua warga krama Desa Adat Bongan mengikuti.
Untuk peserta yang mengikuti tradisi Mesuryak berebut uang yang dilemparkan ke udara tidak ada batas. Boleh dari warga setempat atau sanak keluarga yang berada di luar krama desa adat Bongan.
Tradisi yang dilakukan secara turun-temurun ini. Inilah yang menjadi kebahagiaan warga. Karena warga yakni banyaknya punia berupa uang yang dipersembahkan. Maka warga percaya makin bertambah rezeki yang berlimpah diberikan oleh Sang Hyang Widhi atau tuhan.
“Kalau secara jumlah uang untuk tradisi mesuryak dengan uang dilemparkan ke atas udara. Ya jumlah mencapai ratusan juta,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita