Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima SK pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di balik itu, ada cerita menarik yang dirasakan selama menjadi abdi negara dengan status honorer bahkan ada yang sudah puluhan tahun.
BERAGAM cerita mewarnai liku-liku hidup mereka. Maklum, jumlahnya ada ribuan. Seperti yang dialami I Nyoman Pageh tak kuasa menahan haru bahagia.
Saat itu dengan senyum mengembang, ia memperlihatkan selembar kertas penting berupa SK pengkatan sebagai ASN dengan status PPPK di Gor Gunung Amlapura, Rabu (8/5/2024).
Dia menjadi satu di antara ribuan yang juga lolos sebagai guru dengan status PPP.
Namun sebelum capaian tersebut ia dapatkan, pengabdian sebagai guru honorer ia rasakan cukup panjang. Selama 21 tahun pria asal Banjar Dinas Kaler, Desa Antiga, Kecamatan Manggis itu tercatat sebagai guru honorer. "Saya guru honorer di SDN 5 Antiga. Baru tahun ini lolos menjadi PPPK," katanya saat ditemui usai menerima SK tersebut.
Diusianya yang sudah menginjak 52 tahun itu, pengabdian sebagai guru honorer dengan gaji kecil ia rasakan selama 21 tahun mengabdi.
"Bahagia akhirnya bisa menjadi guru dengan status PPPK.Ini memang saya impikan," ucapnya penuh haru.
Meski terbilang singkat karena terbentur usia yang kini sudah menginjak 52 tahun, bukan menjadi masalah bagi Pageh. Ia hanya memiliki sisa waktu menjadi guru berstatus PPPK selama delapan tahun saja.
Karena di usia 60 tahun, harus memasuki masa pensiun. "Tujuan utamanya mengabdi. Menjadi guru itu bicara tentang pengabdian. Bagi saya, guru memiliki andil dalam mencerdaskan bangsa," ungkapnya.
Guru yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Agama Hindu itupun akan memaksimalkan sebaik mungkin. "Saya dari awal mengajar itu cuma di satu sekolah saja. Di SDN 5 Antiga sampai sekarang," imbuhnya.
Ia sempat putus asa lantaran cukup lama menjadi guru honorer tak kunjung diangkat. Sempat terbesit keinginan untuk berhenti mengajar. "Tapi karena dukungan keluarga, akhirnya semangat lagi. Sampai mendapat pengangkatan sebagai guru PPPK," pungkas Pageh.
Penantian panjang Pageh menjadi salah satu potret perjuangan guru honorer untuk bisa menjadi guru PPPK.
Sementara itu, dalam proses pelantikan, penyerahan SK PPPK itu, juga dilakukan m pengambilan sumpah janji yang dilakukan oleh Bupati Karangasem I Gede Dana. Total ada 1.076 orang yang menerima SK PPPK. Mereka terdiri dari 670 orang guru, 406 formasi kesehatan dan 4 lainyya merupakan CPNS dari kementerian perhubungan.
"Dengan diserahkan SK tersebut kami berharap bisa menutupi kekurangan pegawai di Kabupaten Karangasem. Terutama guru. Kami berharap para ASN bisa berkeja maksimal dan menunjukkan kinerja yang baik," harap Gede Dana. (*)
Editor : Hari Puspita