Meninggalnya bupati tahun 1980-an itu, menyisakan duka bagi kerabat dan teman yang mengenalnya. Seperti diungkapkan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang mengenalnya saat masih menjadi sebagai Bupati Jembrana.
ADA sebuah kenangan yang masih masih tersisa di kantor Bupati Jembrana. Yakni foto Ida Bagus Ardana terpajang di ruang pertemuan Bupati Jembrana. Foto Ida Bagus Ardana terpajang diantara deretan foto mantan Bupati Jembrana dari masa ke masa.
Saat ini, hanya sebagian kecil dari PNS aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, sempat bertemu saat Ardana menjadi bupati Jembrana periode 26 Agustus 1980 -\27 Agustus 1990.
Selama 10 tahun menjadi bupati Jembrana, Ardana banyak meninggalkan kesan baik bagi masyarakat Jembrana.
Salah satunya, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. ”Pak Ardana itu sosok yang tegas dan merakyat, sehingga sangat familier. Akrab dengan pegawai tanpa memandang jabatan,” ungkapnya.
Sebelum jabatan Ardana berkahir pada 27 Agustus 2020, Sumber Wijaya diangkat menjadi Lurah Dauhwaru. Tepatnya 22 Agustus 1990 atau 6 hari sebelum berakhir menjadi bupati Jembrana. Selain sebagai atasan, Ardana juga masih ada hubungan keluarga. Karena saudara sepupunya, menikah dengan mantan Bupati asal Buleleng itu. ”Meskipun kakak meninggal, istri pak Ardana meninggal, masih tetap erat hubungan keluarga,” ungkapnya.
Senada diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jembrana I Made Sudantra. Menurutnya, sosok Ardana merupakan pemimpin yang tegas, disiplin, pekerja keras dan merakyat. ”Saya masih ingat, pernah saat rapat ada pegawai telat. Tidak boleh masuk, dikunci pintu ruang rapat,” ungkapnya.
Salah satu prestasi yang pernah diraih di masanya mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Soeharto. Penghargaan itu, diberikan kepada Jembrana karena menjadi kabupaten yang berprestasi cukup tinggi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang dilakukan waktu itu peningkatan jalan hingga ke desa -desa.
Menurut Sudantra, sebelum menjadi bupati selama 10 tahun sempat menjadi Sekretaris Daerah, setelah tidak menjabat bupati menjadi asisten 2 di provinsi Bali dan Kepala Bappeda Provinsi Bali.
Terpisah, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan bela sungkawa meninggalnya mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana. Sebagai warga Jembrana yang pernah dipimpin sosok Ardana di masanya, cukup banyak jasa dan prestasi yang diraih. ”Masyarakat Jembrana berduka atas meninggalnya mantan Bupati Jembrana. Keteladanan sebagai pemimpin merakyat, tegas dan prestasi yang pernah diraih harus dijadikan contoh,” tegasnya. Tamba juga berencana melayat ke rumah duka.
Bupati mengaku sudah lama tidak bertemu dengan Ardana. Sebelumnya, karena rumah bertetangga di rumah Sesetan, sering bertemu dan olahraga bersama, bahkan sering makan bersama di sela kegiatan olahraga.
”Saat masih tinggal di Sesetan dan menjadi anggota dewan, saya dan pak Ardana punya group sekademen sesama warga Sesetan yang sering bertemu, olahraga bersama di lapangan Pegok,” terangnya. [m.basir/selesai]
Editor : Hari Puspita