Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liku-liku Perjalanan Hidup Si Joni, Pemanjat Tiang Bendera HUT RI: Lulus Pendidikan Kemiliteran Bintara, Sang Ibu pun Bahagia

Juliadi Radar Bali • Jumat, 10 Januari 2025 | 21:40 WIB
MERAIH CITA-CITA IDAMAN: Yohanes Andle Kala atau lebih dikenal Joni bersama ibunya yang telah lulus sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Rindam IX Udayana.(juliadi/RB)
MERAIH CITA-CITA IDAMAN: Yohanes Andle Kala atau lebih dikenal Joni bersama ibunya yang telah lulus sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Rindam IX Udayana.(juliadi/RB)

Masih ingat liku-liku kisah hidup Yohanes Andle Kala alias Joni,Si pemanjat tiang bendera Sang Saka Merah Putih? Yang terkini, pemuda kelahiran Belu, NTT. itu telah lulus sebagai Bintara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

HARI yang cerah meskipun di musim hujan. Lapangan upacara di Mako Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) IX/Udayana, berlokasi di Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan tampak penuh dengan tamu undangan, Kamis pagi (9/1/2025). 

Mulai dari Panglima Komando Militer IX/Udayana Mayjen TNI Muhammad Zamroni, para perwira tinggi di Kodam IX/Udayana hingga para orang tua siswa. 

 Baca Juga: Kisah Aksi Heroik Joni, Si Pemanjat Tiang Bendera yang Lulus Ujian TNI: Sekarang Tuntaskan Pendidikan Bintara di Bali

Khususnya dari para orang tua siswa yang hadir tak lain ingin melihat buah hati dari mereka yang lulus pendidikan militer TNI AD, karena telah menempuh pendidikan pertama bintara selama 15 Minggu.

Dari 218 siswa TNI AD yang lulus pendidikan militer tahun 2024 itu ada Yohanes Andle Kala atau yang lebih dikenal sebagai Si Joni. 


Joni adalah seorang anak SMP yang rela memanjat tiang bendera saat upacara HUT RI pada tahun 2018 lalu. Lantaran aksi heroik itu dan kebetulan bercita-cita menjadi anggota TNI.

 

Joni pun beberapa kali menjalani tes untuk masuk sebagai siswa TNI. Pemuda berusia 20 tahun itu akhir lulus dan masuk pendidikan Bintara TNI AD di Rindam IX/Udayana.

Berkat kegigihannya dan tekun menjalani pendidikan militer Joni kini lulus dan menjadi bagian anggota TNI AD. Hanya saja dalam satu setengah bulan ke depan ia akan kembali menjalani pendidikan kecabangan dari TNI AD.

Joni yang ditemui bersama Ibunya mengaku bahagia telah menjadi bagian dari TNI AD.

 

Bahkan ia menyebut keluarga besarnya di desa tak menyangka akan menjadi anggota TNI. Pasalnya Joni adalah seorang anak petani di desa.

Selain itu ia juga anak yatim ditinggalkan oleh ayahnya sejak tahun 2020 lalu.

"Perasaan saya yang pertama sangat senang sekali sudah bergabung di TNI Angkatan Darat. Saya bisa membanggakan mama dan almarhum papa saya serta keluarga besar saya di desa," aku Joni didampingi ibu yang sambil menangis.

Joni melanjutkan selama 15 Minggu menempuh pendidikan militer di Rindam IX/Udayana. 

Dari awal ia masuk hingga berakhir masa pendidikan militer ia merasakan senang sekali. Memang sejak kecil ia ingin bercita-cita menjadi tentara Indonesia. Lantaran selalu melihat tentara di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

"Dulu kecil saya lihat tentara berjaga diperbatasan begitu senang. Karena itu membuat tertarik menjadi tentara," ungkapnya.

Dulunya ia adalah seorang anak desa dari 9 bersaudara, bahkan ia merupakan anak bungsu. Ayahnya kesehariannya bekerja berkebun begitu pula ibunya sebagai ibu rumah tangga dan membantu ayahnya berkebun. Namun pada tahun 2020 lalu ayah meninggal dunia. Ayahnya Joni bernama Victori Novaik Marcel dan ibunya Lorenza Kaily.

"Maka tidak heran saya selesai dilantik ini ibu saya menangis terharu melihat saya menjadi anggota TNI AD, karena tak menyangka akan menjadi tentara," tuturnya.

Kendati telah menjadi bagian dari anggota TNI AD Joni berharap kepada generasi muda untuk tetap semangat, karena menjadi tentara butuh latihan yang keras dan rajin. 

"Setelah saya menjadi anggota TNI saya akan mengabdikan diri untuk menjaga tanah air Indonesia tercinta," imbuhnya.

Sementara itu Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Muhammad Zamroni yang melantik secara langsung siswa bintara TNI AD mengatakan dari sebanyak 218 siswa bintara TNI AD yang lulus pendidikan pertama bintara selanjutnya para siswa ini akan menempuh kembali pendidikan kejuruan.

Ini sesuai dengan kecabangan masing-masing yang akan dilaksanakan satu setengah bulan ke depan. 

"Kemarin para siswa ini sudah di didik selama 3,5 bulan. Pendidikan mereka dasar-dasar infanteri ditambah lagi dengan pendidikan kejuruan sesuai dengan kecabangan masing-masing," ujar Mayjen TNI Zamroni. 

Mereka para siswa yang lulus ini adalah anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan. Ia pun berpesan untuk prajurit TNI AD yang lulus untuk menjaga, mempertahankan kedaulatan NKRI, karena mereka sudah dibekali ilmu dasar-dasar militer. Mereka rela mati untuk Republik ini. 

Jadilah prajurit sejati yang memiliki tiga aspek tanggap, tanggon dan trengginas. Karena secara intelektual mereka berkecukupan, memiliki kepribadian baik dan secara jasmani mereka prima. 

"Mudah-mudahan seiring perjalanan waktu mereka dapat menjaga. Identitas dan jati dirinya menjadi prajurit profesional, prajurit rakyat dan prajurit pejuan," tandasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#tabanan #pendidikan tni #joni