Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pameran Karya Fotografer Dunia di Labyrinth Nuanu City: Potret Kehidupan Keluarga, Hubungan Manusia, Upacara Adat hingga Gender

Juliadi Radar Bali • Minggu, 27 Juli 2025 | 01:34 WIB

 

 
ARTISTIK: Karya fotografer berkelas dunia yang dipamerkan di outdoor Labyrinth Garden menyuguhkan keindahan
ARTISTIK: Karya fotografer berkelas dunia yang dipamerkan di outdoor Labyrinth Garden menyuguhkan keindahan

Setelah sebelumnya karya instalasi dan lukisan Bali Militan Art sukses dipamerkan, kini giliran puluhan karya fotografer dari sejumlah negara menjadi suguhan spesial di Labyrinth Studio Nuanu City Tabanan. Mengangkat potret ragam sisi kehidupan (Life). Seperti Apa?

 

JULIADI, RIDWAN, Tabanan, radarbali.id  

 

SUASANA Sabtu siang 26 Juli 2025 di kawasan Nuanu City Tabanan mulamnya terasa berawan. Namun semakin siang cuaca cerah. Di salah satu sudutnya berdiri bangunan kokoh nan artistik bernama Labyrinth Studio ditengah taman asri.

Di studio inilah berbagai hasil tangkapan kamera fotografer dunia dipamerkan pada tiga lokasi outdoor dan indoor di kawasan Nuanu City. Yakni pada Labyrinth Art Gallery, Labyrinth Garden, dan Popper’s Triangle. Festival foto ini akan berlangsung dari 26 Juli sampai 17 Agustus 2025 mendatang.

Selain itu dalam ajang pameran foto yang akan berlangsung selama 23 hari ini menyuguhkan lokakarya (workshop), dialog, dan tur, sebuah standar baru bagi acara fotografi kontemporer di Bali.

 

KARYA BERKELAS: Sejumlah pengunjung tengah menyimak karya foto di etalase Labyrinth Studio  Nuanu City Tabanan.
KARYA BERKELAS: Sejumlah pengunjung tengah menyimak karya foto di etalase Labyrinth Studio Nuanu City Tabanan.

Karya foto Bali festival itu diikuti oleh seniman dari Asia Tenggara dan luar hingga lokal di Bali. Seperti: Ali Monis Naqvi, Arum Dayu, Atal Pamo, Azkaluna, Carolina Krieger, Catharine Neilson, Divya Cowasji, Ennuh Tiu, Gabriella Morton, Gorkey Patwal dan seniman lainnya.

Menariknya dari 32 foto yang ditampilkan itu ternyata mengangkat cerita kehidupan masyarakat, kesetaraan gender hingga soal kehidupan masyarakat Bali.

Tim Kurator Foto Bali Festival 2025 Ng Swan Ti didampingi Gatari Surya Kusuma mengatakan sebenarnya ada 241 karya foto yang masuk hasil seniman dari 29 negara.

 Baca Juga: Resep Cream Soup ala KFC yang Hangat dan Gurih, 5 Menit sudah Siap Disajikan

Namun pihaknya melakukan proses seleksi dari berbagai perspektif karya foto. Mulai dari artistik, pendekatan hingga cerita dalam sebuah karya foto itu. Maka terseleksi menjadi 32 foto dari 34 fotografer yang ikut dalam foto Bali festival 2025.

"Khusus di Bali sendiri ada empat karya foto yang masuk. Salah satunya karya foto milik I Wayan Ade Saputra. Fotonya bercerita kehidupan pekerjaan di Bali, namun harus bergelut pula dengan kewajiban upacara adat dan ritual budaya lainnya," Swan Ti, Sabtu kemarin (26/7).

Hasil karya foto I Wayan Ade Saputra sebuah penanggalan kalender Bali yang padat dengan jadwal hari upacara agama dan adat hingga pekerjaan. Dimana pada kalender Bali banyak sekali telah dijadwalkan hari-hari baik untuk menjalankan kehidupan.

 Baca Juga: Gegara Jalan di Bajera, Tabanan, Ambles Jalur Alternatif Rusak Saat Pengalihan kini Diperbaiki

Ia menjelaskan dari 32 karya foto yang hasil para fotografer ini hampir semua menarik dan unik. Karna hasil karya foto saling melengkapi. Dengan tema kehidupan (Life).

Tema ini memberikan ruang bagi para seniman untuk melihat kembali apa makna hidup, duka, memori, dan mulai kembali.

"Terutama cerita features tentang keluarga, hubungan manusia dengan alam lingkungan, gender pencarian identitas. Bahkan ada cerita personal hingga hubungan komunitas," tuturnya.

Swan Ti menambahkan karya-karya foto yang ditampilkan ini tidak dibatasi untuk pameran saja. Melainkan jika ada wisatawan atau pengunjung yang berminat untuk dibeli dipersilkan pula. Karena selama ini manajamen Labyrinth Studio juga menjembatani dari sisi pemasaran. 

KONSEP DAYA TARIK: Manajmen Nuanu City dan para kurator pameran fotografer sejumlah negara di Labyrint Studio Sabtu 26 Juli 2025.
KONSEP DAYA TARIK: Manajmen Nuanu City dan para kurator pameran fotografer sejumlah negara di Labyrint Studio Sabtu 26 Juli 2025.

"Karya-karya foto ini sudah ada dalam bentuk buku-buku foto yang dijual juga hasil fotografer yang ikut dalam ajang foto Bali Festival 2025," jelasnya.

Sementara itu Direktur Festival Foto Bali Festival Kelsang Dolma mengatakan festival ini adalah sebuah pengingat akan apa yang mungkin terjadi ketika sekelompok orang yang benar-benar peduli terhadap seni berkumpul dan berkolaborasi.

Begitu antusias dari fotografer dunia yang ikut ajang Foto Bali Festival 2025. Kelsang sangat mengapreasiasi. Termasuk kepala sejumlah pihak dan tim yang terlibat.

"Fotografi tidak selalu mendapat ruang yang pantas di belahan wilayah ini. Inilah cara kami memulai untuk mengubah itu,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#karya fotografi #labyrinth #Nuanu City #pameran foto