NEGARA, radarbali.id - Kopi bukan sekadar minuman yang diolah dari biji kopi, tetapi ada budaya yang melekat dalam kehidupan sehari - hari masyarakat.
Budaya ngopi atau minum kopi di warung atau kedai kopi ini menjadi perhatian mahasiswa asing. Bahkan mereka melihat lebih dekat proses pembuatan kopi di Bali dan mencoba untuk minum kopi di kedai kopi.
Seperti sembilan orang mahasiswa dari Universitas Singapura, saat berkunjung ke Jembrana, Minggu (24/9). Mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di salah satu universitas di Singapura ini, mengunjungi hutan mangrove Desa Budeng, Pasar Ijogading dan Rompyok Kopi, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.
Menurut Edgar Bernal, 54, pendamping sembilan orang mahasiswa asal Singapura, mahasiswa asing tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai lingkungan dan budaya di Jembrana. Saat berkunjung ke Desa Budeng, mengunjungi kelompok tani hutan (KTH) Wana Merta.
"Mereka melihat produk yang dibuat KTH Wana Merta, seperti minuman jeruju, keripik dan olahan biji buah mangrove untuk dibuat kopi," ujar pria asal Filipina yang sudah lama tinggal di Bali.
Menurut pria yang akrab disapa Nyoman Gery ini, tidak hanya melihat lebih dekat lingkungan, tetapi juga budaya ngopi. Sehingga, mengajak mahasiswa untuk datang ke rompyok kopi yang menjadi "markas" yayasan kertas budaya Indonesia. Bahkan mahasiswa sempat menjajal membuat minuman sendiri.
Menurut Wayan Udiana, budaya ngopi merupakan budaya Nusantara. Artinya tidak hanya di Bali tetapi juga seluruh Indonesia.
"Setiap ada tamu di rumah, suguhan pertama pasti kebanyakan kopi yang jadi pilihan yang ditawarkan," ungkap pria yang disapa Nanoq Da Kansas.
Kedatangan mahasiswa asing ke Jembrana, sebenarnya segmen yang harus diperhatikan pemerintah. Jembrana harus lebih dikenalkan ke dunia wisata sebagai destinasi budaya dan edukasi mengenai potensi daerah yang ada, salah satunya mangrove Jembrana.
"Kalau bersaing potensi wisata yang ada di kabupaten lain di Bali, Jembrana sudah sulit. Harus berinovasi ke segmen lain," terangnya.***
Editor : M.Ridwan