Oleh: Djoko Heru Setiyawan
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali
SELAMAT atas terbitnya buku Happy Mind Happy Life Part 3! Buku ketiga dari trilogi Happy Mind, Happy Life yang diinisiasi pemilik nama lengkap Putu Suprapti Santy Sastra ini, bukan sekadar untaian kata-kata cinta, ungkapan pikiran, ataupun kalimat-kalimat motivasi dari pengalaman hidup sang penulis.
Sebab, dari 300 quote (kutipan) ini, ternyata sangat religius. Makanya, bak membawa pesan dari langit.
Dari lima bab; The Power of Mind, Kedewasaan, Kesabaran dan Rasa Syukur, Keikhlasan, dan Kebahagiaan, yang digoreskan peraih penghargaan Wonder Women Magazine M&I Award-BPR Lestari (2019) ini, mengajak pembaca selalu optimistis dalam mengarungi hidup ini, sekaligus tetap berserah diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karenanya, ada ajakan berdoa, berpikiran positif, berbuat baik, kreatif, hingga tak berputus asa bila mengalami cobaan hidup, atau bila yang dicita-citakan belum diluluskan oleh Tuhan.
Di antaranya; ’’Arahkan selalu pikiran ke hal yang kita inginkan, bukan ke hal yang kita takutkan.’’ –Inilah bagian the power of mind (kekuatan pikiran) untuk meraih cita-cita.
Juga diuraikan, betapa sayangnya Tuhan itu kepada kita, bila kita selalu berpikir positif dan berbuat baik. ’’Banyak berpikir positif dan berbuat baik, semakinlah kita dibuat tercengang dengan kejutan-kejutan indah dari semesta,’’ urainya sambil memaparkan, ibarat tumbuhan untuk tumbuh yang butuh nutrisi, manusia pun butuh nutrisi, berupa pikiran positif.
Terkait kecerdasan, dipaparkan; orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya. Sebab, kecerdasan emosional lebih penting dari pada kecerdasan intelektual.
Santy Sastra juga berbagi kiat meraih kebahagiaan hakiki.
Poinnya, diawali dengan menjelajahi, menggali potensi diri. Sehingga, membawa arti tak tergantikan. Dalam salah satu ajaran agama, pesan ini semakna dengan mengajak pembaca menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama. Sebab, manusia seperti inilah yang paling dicintai Tuhan.
Terkait kedewasaan, perempuan yang mengawali kariernya sebagai penyiar radio SIS di Denpasar sejak tahun 1977 (saat masih duduk di kelas 2 SMA) ini mengatakan, tidak semua rasa dapat terucapkan kepada manusia.
’’Karena, berbicara dengan Sang pemilik semesta membuat kita lebih bisa mendapat jawaban dan solusi yang tepat dan bijaksana,’’ tegas mindset motivator, public speaker, dan hipnoterapis ini.
Lagi-lagi, sebuah pesan religius terkait kehidupan juga dipaparkan.
’’Hiduplah seakan hanya sampai hari ini saja. Sehingga, kita harus berbuat baik dan siap selalu dipanggil oleh-Nya. Tetapi bermimpilah seakan akan hidup 1.000 tahun lagi. Sehingga, kita tetap memiliki semangat tinggi,’’ ujar ibu dua orang putri ini.
Terkait orang baik disebutkan, kita harus menjadi orang baik. Tapi, baik itu relatif. ’’Baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain. Yang lebih penting adalah baik di mata Tuhan. Tetap dan selalulah berbuat baik,’’ ajak peraih 8 Besar Ibu Teladan Koran Tokoh (2004) ini.
Dalam hal kesabaran dan mensyukuri nikmat, kita diajak percaya bahwa Tuhan menggenggam kita semua, dan kemudian melepaskannya satu per satu pada waktu yang tepat.
Hal ini, semakna dengan ajaran salah satu agama, Tuhan akan mengabulkan doa hambanya, sesuai yang kebutuhan hambanya, sesuai waktu yang tepat.
Secara ciamik, pembaca dibawa untuk belajar ala ketenangan air dalam menghadapi semua permasalahan hidup, tetapi harus belajar dari kerasnya batu dalam memperjuangan untuk mewujudkan impian baik masa depan.
’’Kesabaran memberikan pelajaran agar mental kita menjadi kuat. Ketenangan membuat kita melihat dengan jernih semua permasalahan yang timbul dalam hidup. Keduanya adalah dua energi yang sangat positif dalam kehidupan,’’ urai Icon Yamaha Surprise Celebration-196 Mother’s Day (2010) ini.
Dalam menemukan kebahagiaan hidup, Santy Sastra mengajari pentingnya managemen pikiran dan perasaan yang baik. Makanya, kita diajak untuk berpikir dulu baru merasakan, jangan merasakan dulu baru berpikir. Pesan ini, searti dari salah ajaran agama, di mana Tuhan berfirman; ’’Gunakan akalmu!".
Di satu sisi, dalam kehidupan ini, Best Instructor Kategori Hypnosis Professional Public (2017) ini, mengajari caranya tegar hadapi cobaan. ’’Ketika banyak alasan orang lain untuk menjatuhkanmu, maka temukanlah satu hal alasan yang kuat untuk membuatmu tetap tegak berdiri,’’ tegasnya.
Untuk hubungan sesama manusia, kita diminta berterima kasih kepada semua orang yang hadir dalam hidup kita.
’’Orang baik memberikan kebahagiaan, orang jahat memberikan pelajaran, dan orang terbaik memberikan kenangan,’’ kisahnya.
Pembaca juga dibawa untuk menjalani hidup dengan keikhlasan. Walau demikian, tak boleh putus asa alias hidup ini, harus selalu punya harapan. ’
’Kesempatan itu selalu dan tetap ada, bagi Anda yang memiliki harapan,’’ kata motivator yang konsisten mengadakan Broadcasting Short 195 Course sejak 2004 ini
Untuk meraih kebahagiaan hidup, peraih Best Instructor Kategori Hypnosis Professional Public (2017) ini menegaskan, jika ingin hidup bahagia; jauhi orang yang sering membuatmu tersakiti, jauhi orang yang tidak menghargai kebaikanmu, dan jauhi orang yang tidak pernah memahamimu!
Masih berkaitan kebahagiaan hidup, peraih Hypno Motivator Massal-PKHI (2019) ini memaparkan, setiap manusia memiliki ujian kehidupan yang berbeda. Ada yang diberi ujian keuangan, ada yang diberi ujian keluarga, dan ada juga diberi ujian kesehatan.
’’Tetap syukuri semua itu, karena memang tak ada kebahagiaan yang sempurna di dunia ini,’’ ujar Inspiring Women of The Year The One Legian Hotel (2019) ini.
Sesuai harapan penulisnya, semoga buku ini menjadi; pengingat, sekaligus inspirasi dalam menjalani kehidupan yang penuh suka cita dan makna. (*)
Editor : Rosihan Anwar