Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Prevalensi Katarak Masih Tinggi, PT Erela Lanjutkan Komitmen Berantas Katarak di Bali

M.Ridwan • Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:23 WIB
CEGAH KEBUTAAN: Suasana operasi Katarak di ruang operasi RS Mata Bali Mandara
CEGAH KEBUTAAN: Suasana operasi Katarak di ruang operasi RS Mata Bali Mandara

DENPASAR, radarbali.id – Prevalensi katarak di Indonesia khususnya di Bali cenderung belum tertangani dengan baik. Karena itu PT. Erela yang berpusat di Semarang terus perkuat komitmen untuk memberantas penyakit katarak di Indonesia.

Aksi nyatanya yaitu, Bakti Sosial (baksos) Gebyar 100 Operasi Katarak Gratis dalam rangka World Sight Day 2024 di RS Mata Bali Mandara Denpasar, Bali Sabtu 19 Oktober 2024 lalu.

Hospital Promotion Manager PT. Erela,  Isnawan, menyebutkan, secara nasional baksos operasi katarak tahun ini masuk yang ke 22. Di Bali ini sudah yang ketiga, setelah bulan April 2024 lalu di Jembrana dan Tabanan.

Erela sendiri lanjutnya, lebih banyak memproduksi obat tetes mata. ”Biasanya kami memberikan pengobatan gratis, kacamata gratis dan operasi katarak,” sebut Isnawan, disela-sela acara.

Pihaknya sudah memfasilitasi operasi katarak tahun 2022 di 5 titik, tahun 2023 di 2 titik dan 2024 di 22 titik seluruh Indonesia.

“Target tahun ini (2024) kami bisa melayani operasi katarak lebih dari 1000 pasien se Indonesia,” sebut Isnawan.

GRATIS: Manajemen PT Erela foto bersama perwakilan peserta operasi katarak di RS Mata Bali Mandara, Sabtu 19 Oktober 2024 lalu.
GRATIS: Manajemen PT Erela foto bersama perwakilan peserta operasi katarak di RS Mata Bali Mandara, Sabtu 19 Oktober 2024 lalu.

Menurutnya, berdasar data dari Kemenkes RI, pemerintah menargetkan penanganan katarak sebanyak 600 ribu pasien pertahun. Namun faktanya, baru bisa terlayanbi sekitar 150 ribu pasien.

”Ini karena katarak ini merupakan penyakit degeneratif, jadi di usia 40 tahun keatas terutama warga di negara beriklim tropis dan sub tropis rentan menderita katarak atau kekeruhan di lensa mata,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk menyelenggarakan baksos operasi katarak setiap tahun dengan terus bekerjasama dengan pihak rumah sakit dan stakeholder terkait.

Ditambahkan, produk obat tetes mata pabrikan PT Erela cukup dapat dipertanggungjawabkan secara kualitas guna membantu penderita mengurangi backlog dan risiko kebutaan.

Sementara itu, Ketua PERDAMI Wilayah Bali, dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun , Sp.M (K) dalam sambutannya mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mata.

“Kita perlu terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, membangun kesadaran untuk segera memeriksakan matanya dan dapat penanagan yang terbaik,” kata dr. Cok.***

Editor : M.Ridwan
#RS Mata Bali Mandara #PT Erela #Gebyar #operasi katarak