Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kreatif! Anak-anak TK Tunas Harapan Denpasar Olah Eco Enzyme Jadi Produk Sabun Cuci hingga Sabun Mandi

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:39 WIB

 

BERNILAI EKONOMI: Hasil produksi Eco Enzym anak-anak TK Tunas Harapan, Denpasar
BERNILAI EKONOMI: Hasil produksi Eco Enzym anak-anak TK Tunas Harapan, Denpasar

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Masalah sampah di Kota Denpasar turut menjadi perhatian di dunia pendidikan. Pasalnya saat ini, justru sampah organik yang paing banyak ditemui dan sebenarnya bisa diolah mulai dari diri sendiri atau zero waste start from me.

Seperti yang dilakukan oleh anak-anak TK Tunas Harapan Denpasar yang mampu mengolah sampah organik menjadi eco enzyme.

Di awal, anak-anak belajar untuk mengenal jenis sampah, seperti sampah organik, non-organik, dan sampah berbahaya.

 Baca Juga: Dinobatkan Sebagai Inovator Muda Berkat Inovasi Alat Pemintal Benang, Begini Kreatifitas Mahasiwi Cantik ini

"Kemudian dia mengolah sampah yang organik saja, karena memang sampah yang banyak itu memang yang organik yang tidak terolah saat ini. Jadi mereka buat eco enzyme," ujar Kepala Sekolah TK Tunas Harapan, Vonny Susanta.

Dari membuat eco enzyme ini, peserta didik akan belajar nalar kritis. Sampah yang biasanya dianggap baunya tak sedap dan harusnya dibuang, nyatanya juga bisa menghasilkan.

"(Sampah organik bisa, red) jadi komoditi, bisa menghasilkan uang juga dari sampah. Mereka juga bisa kembangkan sikap gotong royong dan kolaborasinya," sambungnya.

 Baca Juga: Peserta Membeludak dengan Atusiasme Tinggi, Digiland Run 2025 Resmi Sandang World Athletics Label

Namun khusus untuk produk eco enzyme dibagikan secara cuma-cuma atau gratis kepada pengunjung yang ingin mendapatkannya.

Pihak sekolah pun sudah berkomitmen tidak akan menjual eco enzyme, karena hal ini justru harus ditularkan agar semakin banyak orang yang bisa membuatnya. Sekaligus agar bisa mengolah sampahnya di rumah masing-masing.

"Akhirnya kami bilang ke anak-anak, bisa dibikin apa ya? Ternyata bisa dibikin sabun untuk mandi, sabun cair, sabun untuk cuci piring, sabun untuk pakaian," kata Vonny.

 Baca Juga: Diskusi Isu Terkini hingga Buku di Toko Buku Partikular Denpasar, Bangun Ekosistem Berpikir Kritis di Tengah Kota

Contohnya sabun mandi yang ditambahkan charcoal  yang bisa membuang racun. Kemudian ada juga yang memanfaatkan daun kelor yang memiliki antioksidan yang tinggi.

Dengan demikian, anak-anak juga mengenal bahwa tanaman-tanaman di sekitar bisa dimanfaatkan dan menjadi sebuah komoditi.

"Dan juga membuat masyarakat semakin aware untuk tidak terpapar kimia berlebihan. Jadi kami keluarkan juga produk-produk natural. Ini tentu saja sehat dan juga kami dapat untuk pengelolaan sampahnya," paparnya.

 Baca Juga: Tega! Wanita Nekat Aborsi dan Buang Bayi Laki-laki di Depan Kosan Jalan Halmahera Denpasar, Polisi Sisir Wanita Hamil di Kawasan TKP

Produk eco enzyme yang sudah diolah menjadi sabun dijual dengan harga Rp5 ribu dan memang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Menariknya, produk dikemas menggunakan beragam stiker yang digambar sendiri olah anak-anak didiknya.

"Stikernya pun kreativitas mereka. Jadi kami berusaha untuk menumbuhkan kepada anak untuk aware tentang sampah. Dia harus bisa ngelola sampah dengan baik, start dari tempat yang kecil. Dari dia sendiri, dari sekolahnya, dari rumahnya," jelasnya.

Dengan pembelajaran eco enzyme ini, diharapkannya agar anak-anak tahu cara mengolah sampah yang ada di sekitar mereka. Kemudian mengetahui bahwa sampah bisa menjadi emas di tangan orang yang inovatif.

 Baca Juga: Mengenal Bali United Training Center, Tempat Pemusatan Latihan Timnas Jelang Lawan China

Inovasi ini pun ditampilkan dalam pameran rangkaian Denpasar Education Festival (DEF) Kota Denpasar di Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, mulai Rabu (7/5) sampai (9/5). Para siswa nampak antusias menjelaskan sendiri cara mengolah eco enzyme-nya. Salah satunya Angel yang menerangkan cara membuat sabun eco enzyme.

"(Saya, red) senang belajar eco enzyme. Buatnya sama teman-teman berempat. (Cara, red) bikin eco enzyme, air 10 liter (dicampur, red) gula merah, kulit buah, dan ditutup," jelasnya dengan antuasias.***

Editor : M.Ridwan
#Tk tunas harapan #Eco Enzym #radarbali