Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Alternatif Penitipan Barang di Bali Murah untuk Wisatawan dengan Anggaran Terbatas

Tim Redaksi • Selasa, 18 November 2025 | 14:15 WIB
Sejumlah wisatawan  menitipkan barang dengan aman di tempat penitipan barang menggunakan fasilitas penitipan barang di bali dengan harga terjangkau
Sejumlah wisatawan menitipkan barang dengan aman di tempat penitipan barang menggunakan fasilitas penitipan barang di bali dengan harga terjangkau

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kebutuhan wisatawan di Bali tidak hanya berkaitan dengan penginapan, transportasi atau tur. Dalam beberapa tahun terakhir, jasa penitipan barang mulai mendapat perhatian tersendiri, terutama di kalangan backpacker dan pelancong jangka panjang yang kerap berpindah-pindah lokasi.

Di sejumlah titik wisata seperti Denpasar dan Kuta, wisatawan sering menghadapi situasi serupa: masa menginap sudah selesai, sementara waktu penerbangan masih lama. Banyak yang memilih berkeliling terlebih dahulu, tetapi membawa koper atau ransel besar bukan pilihan yang nyaman.

Tarif penitipan di bandara maupun di beberapa hotel tercatat cenderung tinggi untuk kelompok wisatawan beranggaran terbatas.

Pantauan Radar Bali di area perkotaan Bali menunjukkan permintaan yang stabil untuk opsi penitipan barang dengan harga yang lebih terjangkau.

Di tengah kebutuhan itu, hadir beberapa penyedia layanan lokal yang menawarkan tarif harian lebih rendah dibandingkan penitipan di fasilitas resmi.

Salah satunya adalah layanan bernama Hey Bali, yang mengenakan biaya Rp 25.000 per barang per hari. Menurut penyelenggaranya, tersedia juga tarif yang lebih rendah untuk penitipan jangka panjang, sekitar Rp 20.000 per hari untuk durasi 20 hari atau lebih.

Pendiri layanan tersebut, Giostanovlatto Sinantong, mengatakan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat banyak keluhan dari pelancong yang kesulitan mencari tempat menitipkan barang dengan biaya moderat.

Ia mencontohkan wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan ke Lombok atau Nusa Penida, namun tidak ingin membawa seluruh bagasi. “Kebutuhan ini sebenarnya sederhana, tetapi sering kali tidak terpenuhi,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan adanya celah layanan dalam ekosistem pariwisata Bali, terutama bagi wisatawan yang mobilitasnya tinggi dan memiliki sensitivitas terhadap biaya perjalanan. Opsi penitipan barang berbasis komunitas atau usaha kecil muncul sebagai respons atas kebutuhan tersebut.

Meski layanan ini membantu sebagian wisatawan, aspek keamanan, izin operasional, serta standar penyimpanan tetap menjadi hal yang perlu diperiksa oleh calon pengguna.

Wisatawan dianjurkan meninjau lokasi, metode penyimpanan barang, serta syarat dan ketentuan yang diterapkan penyedia layanan mana pun sebelum memutuskan menitipkan barang.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Selasa (18/11/2025)

Menutup penjelasannya, Giostanovlatto menyampaikan bahwa tujuannya adalah menyediakan opsi praktis bagi wisatawan yang membutuhkan penyimpanan sementara.

“Kami berusaha memberi solusi yang terjangkau agar pelancong bisa beraktivitas tanpa membawa semua barangnya,” katanya.

Keberadaan opsi penitipan barang berbiaya rendah di Bali memberi alternatif tambahan bagi pelancong yang ingin bergerak lebih bebas tanpa membawa seluruh bagasi.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana kebutuhan mikro dalam industri pariwisata dapat memunculkan layanan-layanan baru yang tumbuh dari pengalaman lapangan dan observasi terhadap pola perjalanan wisatawan.***

 

Editor : M.Ridwan
#penitipan barang #wisatawan asing #bali