Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Manfaatkan Sampah Plastik, Ancala Project Resmi Luncurkan Impact Artifacts Sunglasses The Wave Series

M.Ridwan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 23:59 WIB
Seorang model memperagakan kacamata keren hasil daur ulang sampah plastik.
Seorang model memperagakan kacamata keren hasil daur ulang sampah plastik.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Isu sampah terutama plastik masih menjadi trending topik, khususnya di Bali. Terlebih Tarik ulur penutupan TPA Suwung, menjadi diskusi berkepanjangan di lini massa.

Alih-alih memanfaatkan sampah plastik, Ancala Project berbuat kongkrit mengentas masalah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Yaitu kacamata dari Plastik PP Daur Ulang. Dasarnya, berangkat dari Junkyard di Bali untuk Pasar Global Bali, 26 Desember 2025.

Ancala Project secara resmi meluncurkan Impact Artifacts Sunglasses The Wave Series, koleksi kacamata yang dibuat sepenuhnya dari plastik polypropylene daur ulang.

CEO/founder ancala project dan Impact artifacts, Rizyan Angga, dalam wawancara dengan radarbali.id menyebut, material utama koleksi ini dikumpulkan dari junkyard dan titik pengumpulan rongsok di berbagai wilayah Bali.

KEREN: Kacamata produksi Ancala Project cocok dipakai segala usia termasuk anak-anak dan nene-nenek.
KEREN: Kacamata produksi Ancala Project cocok dipakai segala usia termasuk anak-anak dan nene-nenek.

”Setelah dikumpulkan kami olah kembali menjadi produk fungsional bernilai tinggi, wujudnya kacamata ini,” terang Rizyan saat peluncuran di Serambi Budi Pekerti Rumah Tanjung Bungkak, Jumat malam, 26 Desember 2025.

Keterlibatan Moncha dalam acara ini juga menandai rencana kolaborasi ke depan (future collaboration) bersama Impact Artifacts, sekaligus dukungannya sebagai merchandise sponsor dalam rangkaian kegiatan The Wave Series.

Sebagai bagian dari peluncuran, Ancala Project bekerja sama dengan Editoria 33, yang dipimpin oleh visual director asal Swiss Marc d’Arrigo, untuk memproduksi sebuah film peluncuran berdurasi 49 detik.

Film ini menggambarkan esensi Impact Artifacts dan The Wave Series, mulai dari plastik yang dikumpulkan hingga menjadi sepasang kacamata siap pakai, sekaligus memperkenalkan nilai, proses, dan cerita di balik produk.

”The Wave Series dikembangkan melalui pendekatan ekonomi sirkular yang mengedepankan keterlacakan material serta keterlibatan langsung pekerja sektor informal,” tegas Rizyan.

Dikatakan, plastik pascakonsumsi yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dikumpulkan, dipilah, dan diproses melalui manufaktur skala kecil menjadi kacamata dengan desain modern dan fungsional.

SEGALA USIA: CEO/Founder Ancala Project dan Impact artifacts, Rizyan Angga
SEGALA USIA: CEO/Founder Ancala Project dan Impact artifacts, Rizyan Angga

Menurutnya, Ancala Project secara sengaja mempertahankan karakter alami plastik daur ulang pada setiap produk. Variasi warna, tekstur, dan pola marbling dibiarkan muncul sebagai identitas material.

”Setiap pasang kacamata memiliki karakter yang berbeda, tanpa penggunaan plastik virgin dan tanpa pencampuran material tambahan,” papar Rizyan Angga.

Dijelaskan bahwa The Wave Series merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap praktik keberlanjutan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Produk ini tidak hanya berbicara soal desain, tetapi juga asal usul. Kami ingin menunjukkan bahwa plastik yang dikumpulkan dari junkyard di Bali dapat diolah menjadi produk yang relevan secara global, tanpa menghapus perjalanan material tersebut,” ujarnya.

Produksi Impact Artifacts Sunglasses dilakukan dalam jumlah terbatas untuk menjaga kualitas material dan pengendalian proses. Pendekatan ini juga memungkinkan Ancala

Project melakukan pencatatan dan penelusuran alur material dari titik pengumpulan hingga produk akhir.

”Intinya kami mendukung program ekonomi sirkular dalam penaganan sampah, khsususnya plastik,” tandasnya, didampingi Shasa.

Keunggulan dari produk kacamata ini frame/gagangnya elastis tidak mudah patah dengan variasi warna yang beragam. Istilah kata, kena duduk pun masih aman. Bahkan dengan harga yang terjangkau.

Peluncuran di Serambi Budi Pekerti, Denpasar, menjadi langkah Ancala Project untuk berkontribusi dalam percakapan global mengenai desain berkelanjutan, dengan Bali sebagai titik awalnya.

Dalam rangkaian acara ini, Rumah Tanjung Bungkak hadir sebagai Official Partner, sementara Telur Saudara dan Moncha turut berpartisipasi sebagai Official Partners.***

Editor : M.Ridwan
#kacamata #Ancala Project #daur ulang sampah #sampah plastik