Kawasan Canggu, Kuta Utara, selama ini dikenal sebagai "ibu kota" para digital nomad di Bali. Namun, belakangan ini ternyata peta persebaran pekerja jarak jauh dunia kini mulai berubah. Uluwatu di Kuta Selatan perlahan muncul sebagai destinasi eksklusif yang mulai menggeser dominasi Canggu bagi mereka yang mencari produktivitas dengan suasana lebih premium.
PERGESERAN ini ditandai dengan menjamurnya fasilitas coworking space berstandar internasional di wilayah pesisir selatan Bali tersebut.
Salah satunya adalah BWork Uluwatu, yang resmi beroperasi untuk mengakomodasi kebutuhan ekosistem kerja digital yang dinamis.
Karakter Pekerja yang Lebih Selektif
Seperti diketahui, digital nomad yang bekerja secara jarak jauh (remote) membuat mereka tidak terikat pada satu lokasi fisik tertentu saja. Mereka juga memanfaatkan kebebasan tersebut untuk berpindah-pindah tempat (nomaden).
Seorang digital nomad biasanya mengandalkan teknologi internet untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, entah itu dari kafe, coworking space, perpustakaan umum, atau bahkan di tepi pantai.
Baca Juga: Sisi Lain Internet Gratis Ruang Publik di Bali(5):Bantu Umat, Perkuat Pariwisata Digital Nomad
Dituturkan Manajer Operasional BWork Uluwatu, Vincentia Anggraeni Sugianto, mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan karakter yang mencolok antara para pengembara digital di Canggu dan mereka yang kini memilih menetap di Uluwatu.
"Di Canggu memang populer bagi digital nomad pemula. Namun, mereka yang sudah lama tinggal di Bali dan menyukai aktivitas luar ruangan serta ketenangan, cenderung pindah ke Uluwatu. Kawasan ini lebih premium dan sangat potensial bagi para pekerja untuk meningkatkan produktivitas," ujar Vincentia di sela-sela peresmian BWork Uluwatu, Jumat (27/2/2026).
Konsep 'Work-Life Balance' yang Sesungguhnya
Merespons tren tersebut, fasilitas kerja di Uluwatu kini tidak lagi hanya menawarkan meja dan koneksi internet cepat. Konsep wellness (kebugaran) menjadi nilai jual utama untuk menarik minat para profesional kelas atas.
Di BWork Uluwatu, misalnya, area kerja dikolaborasikan dengan fasilitas gaya hidup yang lengkap. Para digital nomad bisa menyelingi waktu kerja mereka dengan beragam aktivitas fisik di lokasi yang sama, mulai dari:
- Kolam renang luas untuk relaksasi.
- Ruangan khusus yoga dan studio Pilates.
- Fasilitas wall climbing bagi penyuka tantangan.
"Konsep wellness ini kami rancang untuk menciptakan ekosistem produktivitas yang sehat. Jadi mereka tidak hanya fokus bekerja secara digital, tetapi tetap bisa menjaga kebugaran tubuh secara beriringan," pungkas Vincentia.
Dampak bagi Pariwisata Lokal
Transformasi Uluwatu menjadi pusat digital nomad baru ini diprediksi akan memperkuat citra Kuta Selatan sebagai kawasan wisata eksklusif. Selain mendongkrak tingkat okupansi akomodasi kelas atas, kehadiran komunitas pekerja profesional ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif di sekitar kawasan Uluwatu secara berkelanjutan.[*]
Editor : Hari Puspita