GIANYAR-Sebuah pelinggih (Tugu Indrablaka) milik warga di Banjar Ked, desa Taro, Tegallalang, Gianyar diduga dirusak oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/8/2023) malam.
Kapolsek Tegallalang, AKP Anak Agung Gede Alit Sudarma menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga korban di hari yang sama sekitar pukul 08.00 WITA. Dijelaskannya bahwa kejadian itu diketahui pertamakali oleh korban sekitar pukul 06.30 WITA.
Itu bermula saat tetangga korban bernama I Made Gegel keluar rumah dan melihat ada pecahan batu bekas tugu Pelinggih berserakan di atas jalan raya. Lokasinya tepat samping Utara rumah saksi. Kemudian setelah itu saksi melakukan pengecekan dan mengetahui bahwa pecahan batu tersebut adalah pecahan Pelinggih (tugu Indra Blaka).
Saksi lalu memberitahu hal itu kepada I Wayan Ekarwirata selaku pemilik atau korban. Dari sana korban kemudian melapor ke Polsek Tegallalang, Gianyar. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan sementara, diduga kerusakan terjadi bukan karena kesengajaan.
AKP Alit Sudarma menjelaskan, bahwa malam harinya awalnya ada sejumlah remaja yang minum-minum di wantilan samping rumah korban. Namun, diduga ada warga yang merasa terganggu karena para remaja itu mabuk sambil bermain musik. "Perkiraan kita awalnya ada orang minum di wantilan. Mungkin kelewat jam, lalu ada yang merasa terganggu. Lalu ada yang melempar ke arah wantilan dari arah Pelinggih rumah korban," katanya Jumat (18/8). Dugaan itu juga muncul karena adanya temuan kerusakan pada atap wantilan.
Namun karena takut ketahuan usai melempar sesuatu ke arah wantilan, orang itu berupaya kabur dan tak sengaja menyenggol bagian atas Pelinggih tersebut. "Mungkin ada masyarakat yang merasa terganggu. Dan dia lari dan tersenggol pelinggihnya. Ini dari olah TKP sementara.
Itu rusaknya hanya satu bagian atas. Kalau mau dirusak bentuknya tak begitu. Tapi ini hanya dugaan saja. Kami belum berani menyimpulkan pastinya seperti apa," bebernya. Kini kasus ini masih didalami oleh polisi guna mencari tahu siapa pelaku dan motifnya. (*)
Editor : Donny Tabelak