GIANYAR- Kabupaten Gianyar saat ini memiliki sebanyak 42 desa wisata. Namun sayangnya jumlah itu belum diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di desa wisata setempat. Hal itu disampaikan Kabid Industri Pariwisata I Made Sudiarta, Selasa (22/8).
Terungkap dalam diskusi hasil pementaan potensi desa kreatif di Puspa Aman Desa Batuan kecamatan Sukawati. Dikatakannya bahwa sumber daya manusia di desa wisata yang ada di kabupaten Gianyar belum bisa mengelola sistem ekonomi kreatifnya dengan maksimal. "Dalam pengembangan industri pariwisata sangat bergantung kepada peran serta ekonomi kreatif suatu daerah pengembangan pariwisata," katanya.
Dijelaskannya, tahun 2023 merupakan awal kegiatan pemetaan potensi desa kreatif dimana telah ditentukan 14 desa di 7 kecamatan Kabupaten Gianyar sebagai Desa Kreatif.
Pendataan dan pemetaan ekonomi kreatif berbasis budaya Bali di 14 desa, yaitu Kecamatan Gianyar (Desa Lebih dan Kelurahan Beng), Kecamatan Blahbatuh (Desa Bona dan Desa Belega), Kecamatan Sukawati (Desa Ketewel dan Desa Batuan), Kecamatan Tampaksiring (Desa Manukaya dan Desa Tampaksiring), Kecamatan Tegallalang (Desa Kenderan dan Desa Kedisan), Kecamatan Ubud (Desa Kedewatan dan Kelurahan Ubud), dan Kecamatan Payangan (Desa Melinggih dan Desa Bresela).
Pemetaan potensi tersebut perlu dilakukan agar desa yang memiliki usaha ekonomi kreatif berbasis budaya Bali akan memiliki ekosistem yang terhubung dan mendukung rantai nilai ekonomi kreatif.
"Maka sasaran yang ingin dicapai adalah terinventarisasi kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya Bali sesuai potensi dan kearifan lokal dengan ekosistem pendukungnya yang dimiliki masing-masing desa di Kabupaten Gianyar. Sehingga menghasilkan rekomendasi untuk menyusun sebuah Buku Profil Desa Kreatif Kabupaten Gianyar Tahun 2023," pungkasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak