Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Kebutuhan Sarana Upacara Adat Sempat Naik-Turun, Ini Penyebabnya Menurut Disperindag Gianyar

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 12 Maret 2024 | 21:35 WIB
PASAR MURAH :  Disperidag Gianyar menggelar kegiatan pasar murah untuk mengendalikan harga. (Istimewa)
PASAR MURAH : Disperidag Gianyar menggelar kegiatan pasar murah untuk mengendalikan harga. (Istimewa)

GIANYAR, Radar Bali.id-Kenaikan harga pokok sembilan bahan pokok atau Sembako ternyata juga berimbas pada naiknya harga bahan pokok lain di Bali.

Di kabupaten Gianyar, beberapa jenis bahan pokok seperti beras dan bumbu sudah mulai mengalami penurunan setelah sempat meroket.

Namun ternyata, selain sembako, sarana atau perangkat kebutuhan upacara umat Hindu di Bali juga sempat mengalami kenaikan drastis.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Disperindag Kabupaten Gianyar, harga sarana upacara yang sempat mengalami kenaikan.

Data itu berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan di Pasar Rakyat Kabupaten Gianyar. Seperti harga janur yang normlanya berkisar Rp15 ribu per ikat, sempat mengalami kenaikan drastis di bulan Februari 2024 lalu.

Harga janur sempat naik sampai menyentuh angka Rp  40 ribu per ikatnya. Namun ketika memasuki awal Maret 2024, harganya berangsur turun menjadi Rp35 ribu per ikat.

Kemudian bunga mitir sempat naik ke harga Rp20 ribu dari harga normal Rp10 ribu. Memasuki bulan Maret, harganya pun kembali normal.

Selain bunga mitir, sarana upacara lainnya yakni Bunga Pacar sempat mengamali kenaikan hingg kurang lebih tiga kali lipat.

Sebelumnya harganya hanya Rp8 ribu, sempat meroket menjadi Rp32 ribu di akhir Februari lalu. Namun saat memasuki bulan Maret, harganya turun ke Rp12 ribu.

Kadis Perindag Kabupaten Gianyar, Eka Suary , dalam keterangannya menjelaskan, penurunan harga sarana upacara ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah kondisi saat ini yang memasuki musim panen untuk bunga. "Karena sudah banyak yang panen, sehingga pasokan bertambah," katanya, dalam keterangannya Minggu (10/3/2024).

Sementara itu, untuk membantu masyarakat di tengah kenaikan harga tersebut, Pemkab Gianyar melalui Disperidag sudah melakukan operasi pasar di beberapa desa. Operasi pasar tersebut dilakukan dalam bentuk pasar murah. [*]

Editor : Hari Puspita
#nyepi #harga #sarana upacara #gianyar